oleh

Berikan Rasa Aman, Brimob Maluku Kawal Siswa SD 267 dan 148 Maluku Tengah Ikut Kegiatan Asesmen

MANGGUREBEMAJU.COM, POLDA MALUKU- Personel Satuan Brimob Polda Maluku, Pos Pengamanan Kontinjensi Negeri Sawai – Masihulan melakukan pengawalan dan pengamanan kegiatan asesmen pembelajaran yang diikuti siswa-siswi SD Negeri 267 Maluku Tengah, Desa Masihulan dan SD Negeri 148 Maluku Tengah, Rumaolat.

Kegiatan asesmen terkait pembelajaran hari kedua dilaksanakan di SMP Negeri 104 Maluku Tengah, Desa Administrasi Besi, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (23/9/2025). Ikut mendampingi kegiatan itu yakni para guru SD 267 dan 148 Maluku Tengah.

Selain memberikan pengamanan, Satuan Brimob Polda Maluku juga memfasilitasi kendaraan truk sebagai alat transportasi. Anggota Polri melakukan antar jemput para siswa dari sekolah masing-masing, menuju dan kembali dari lokasi kegiatan.

“Kemarin personel Brimob Maluku pada pos pengamanan kontijensi di negeri Sawai – Masihulan melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap para siswa-siswi SD yang mengikuti kegiatan asesmen di SMP Negeri 104 Desa Besi. Pengamanan dilakukan agar para siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, aman dan lancar,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, Kamis (25/9/2025).

Pelayanan yang intensif kepada masyarakat oleh seluruh anggota Polri di Maluku, kata Kombes Rositah, selalu ditekankan oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto.

Selain dapat memberikan rasa aman, personel Polda Maluku juga dituntut untuk sebisa mungkin melakukan pengawalan terhadap kegiatan masyarakat.

“Bapak Kapolda selalu menekankan untuk mengawal kegiatan masyarakat, agar kegiatan tersebut bisa berjalan aman dan lancar,” ungkapnya.

Kombes Rositah menyampaikan, Kapolda Maluku saat ini terus melakukan silaturahmi dengan masyarakat. Di berbagai kesempatan bersama masyarakat, Kapolda kerap mengajak agar kebiasaan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan untuk dihentikan.

“Bapak Kapolda selalu mengingatkan bahwa kekerasan tidak akan bisa menyelesaikan masalah, justru malah memperluas dampak buruknya. Salah satunya dialami anak-anak kita, generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *