oleh

Bergerak Maju di Tengah Transisi, SDN Teladan Ambon Fokus pada Mutu

MANGGUREBEMAJU.COM, Meski hanya mendapatkan 24 siswa dari target 28 dan harus menjalankan proses belajar dengan satu rombongan belajar (rombel), semangat SD negeri Teladan Ambon untuk mengawali tahun ajaran baru 2025/2026 tidak surut.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dilaksanakan sejak 14 Juli hingga 18 Juli 2025, dengan kegiatan yang terstruktur. Sekolah memperkenalkan tujuh kebiasaan positif yang diharapkan membentuk karakter siswa sejak awal.

Menurut keterangan langsung dari Kepala Sekolah SDN Teladan, “Efdiane Likumahua, S.Pd”, kamis 17 juli 2025 yang disampaikan di ruang kerjanya, sekolah ini memiliki struktur tenaga pendidik dan kependidikan yang cukup solid. Secara rinci, formasi SDN Teladan adalah sebagai berikut:
1. Tenaga Pendidik
Jumlah: 13 orang guru.
Dari 13 orang guru tersebut, 1 orang saat ini sedang mengikuti tes untuk menjadi kepala sekolah.
2. Tenaga Kependidikan.
Tenaga Teknis 2 orang
(1 orang telah dinyatakan lulus PPPK dan 1 orang sedang mengikuti tes CPNS).
Sementara Tenaga Perpustakaan 1 orang saat ini juga sedang mengikuti tes CPNS.
Total Tenaga Kependidikan yang Sedang Mengikuti Tes CPNS:
2 orang (1 tenaga teknis dan 1 tenaga perpustakaan).

Terkait kurikulum, sekolah saat ini berada dalam masa transisi antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Kemudian untuk pembelajaran mendalam, pihak sekolah mengirim satu guru untuk mengikuti kegiatan pelatihan yang nantinya akan diimbaskan ke lembaga SDN Teladan Ambon.

“Kami sudah menyusun program tahunan, semester, dan menyiapkan modul ajar. Proses belajar tetap dimulai hari senin, sambil menyesuaikan sesuai juknis dalam keberlanjutan proses belajar mengajar” ujarnya.

Di tengah keterbatasan, sekolah ini tetap menunjukkan kinerja luar biasa. Siswa pernah meraih juara lomba sains dan bertutur tingkat kota. Selain itu, sejak 2018 beliau menjabat, 3 guru telah naik menjadi kepala sekolah, termasuk 1 guru penggerak angkatan pertama.

“Saya dorong semua guru untuk terus maju. Regenerasi adalah bagian dari tanggung jawab saya,” tambahnya.

Sekolah juga mendapat bantuan Chromebook dari pemerintah yang digunakan siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran digital, termasuk penyusunan dokumen seperti LPP.

“Guru-guru kami punya kemampuan IT yang sangat baik. Ini menjadi kekuatan kami di era pendidikan digital.”

Dengan semangat yang terus menyala, sekolah berharap dukungan dari pemerintah terkait kejelasan kurikulum dan formasi tenaga pendidik.

“Kami siap menjalankan tugas. Yang kami butuhkan hanyalah arahan yang pasti agar kami bisa melangkah lebih cepat,” tutupnya. (LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *