oleh

Resmi Dilantik, KOHATI HMI Cabang Ambon Periode 2026–2027 Siap Rekonstruksi Peran Perempuan di Era Gen Z

MM.COM, Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Ambon resmi melantik kepengurusan baru periode 2026–2027 di Ruang Rektorat Lantai 3 UIN Abdul Muttalib Sangaji Ambon, Selasa (8/9/2026). Momentum pelantikan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja ini mengusung tema “Rekonstruksi KOHATI dan Mengubah Paradigma Sosial di Era Gen Z serta Memperluas Growth Mindset Kader Perempuan”.

Kegiatan ini dihadiri Staf Ahli Wali Kota Ambon Bidang Politik, Hukum, dan Aparatur “Fenly Masawoy” mewakili Wakil Wali Kota Ambon, Anggota DPRD Provinsi, civitas akademika, pengurus KAHMI, perwakilan Cipayung Plus, serta jajaran senior HMI.

Ketua Umum KOHATI Cabang Ambon periode 2026–2027 yang baru saja dilantik “Sitrun Danu Mahulau”, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi awal pendorong keberanian kader perempuan untuk meruntuhkan stigma patriarki dan pola pikir serba instan di era digital.

“KOHATI hadir bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah agar perempuan tidak lagi berpangku tangan atau dianggap sebatas urusan dapur. Kader perempuan harus berani berdiri di depan, mandiri, dan menjadi “role model” bagi kepemimpinan masa depan,” ujar Sitrun dalam sambutannya.

Dukungan penuh datang dari Ketua Umum HMI Cabang Ambon, “Sahrul Solissa”. Ia menekankan bahwa secara kultural dan keilmuan Islam, kedudukan perempuan telah dimuliakan sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa.

“Tidak ada lagi sekat patriarki yang membatasi. Laki-laki dan perempuan diciptakan dari jiwa yang sama, yang membedakan hanyalah ketakwaan. KOHATI harus fokus pada penguatan kapasitas kader, termasuk merealisasikan program-program strategis seperti edukasi pra-nikah untuk pembentukan karakter kepemimpinan,” tegas Sahrul.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Ambon, “Fenly Masawoy”, saat membacakan sambutan tertulis Wakil Wali Kota Ambon “Ely Toisutta” sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan bahwa Pemkot Ambon menyambut positif arah baru kepengurusan KOHATI.

“Generasi muda, khususnya kader perempuan Gen Z, harus memiliki pola pikir yang adaptif, kreatif, dan berintegritas. Pemkot Ambon membuka ruang seluas-luasnya bagi KOHATI untuk terus berkolaborasi, mengubah paradigma sosial, dan menghadirkan program kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat Kota Ambon,” kata Fenly.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan orasi ilmiah oleh Dr. Lestriya Kristian T.S.A., M.S.D. Ia mengingatkan bahwa rekonstruksi organisasi di era Gen Z bukan berarti merusak fondasi dasar KOHATI, melainkan mentransformasi metode berpikir, pola komunikasi, dan pendekatan kaderisasi agar tetap relevan di tengah pesatnya arus digitalisasi. (LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *