MM COM, AMBON, – Kapolda Maluku “Irjen Pol. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si”,
Menegaskan komitmennya untuk menjaga kebersihan dan transparansi dalam proses seleksi calon Taruna Polri. Ia meminta masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tidak mempercayai oknum-oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu atau yang dikenal sebagai “menembak di atas kuda”.
“Sistem sudah dibuat dengan sangat baik, menggunakan komputerisasi, transparan, dan melibatkan pengawas eksternal maupun internal. Jadi kalau ada yang bilang bisa mengurus kelulusan di luar sistem, itu sebenarnya tidak bisa tembus,” ujar Kapolda saat memberikan keterangan kepada awak media usai menggelar acara santai bertajuk Duduk Bacarita Bersama Kapolda Maluku dengan Insan Pers/Media di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Rabu (3/6/2026).
Beliau tidak menampik adanya kekhawatiran publik berdasarkan rekam jejak masa lalu. Namun, tindakan tegas kini siap menanti siapapun yang berani bermain dalam proses seleksi.
“Tahun lalu ada anggota yang mencoba bermain menjanjikan kelulusan. Begitu kedapatan oleh kita, langsung kita proses dan pecat! Senyatanya dia tidak mampu mengurus, dia hanya memanfaatkan kelulusan murni si siswa untuk mencari keuntungan karena orang tua tidak percaya diri,” tegasnya.
Kapolda juga mengimbau jika masyarakat menemukan indikasi kecurangan, agar segera melapor langsung ke pos pengaduan resmi untuk segera ditindaklanjuti oleh tim khusus, bukan justru mempercayai oknum.
Soroti Euforia Piala Dunia: “Mendukung Boleh, Tapi Jaga Kondusivitas”.
Selain membahas seleksi Polri, Kapolda juga menyoroti prediksi lonjakan euforia masyarakat Maluku menyambut demam Piala Dunia yang akan datang.
Mengingat fanatisme tinggi warga lokal terhadap tim-tim besar dunia seperti Belanda dan Brasil (pelanjir), potensi kerawanan gesekan antar pendukung menjadi atensi tersendiri.
“Kita tahu di tempat kita ini euforianya akan sangat meriah, banyak pendukung tim dunia di sini. Saya berharap, namanya pertandingan pasti ada yang kalah dan menang. Pendukung jangan melampiaskan kekecewaan dengan cara yang mengganggu kondusivitas wilayah,” kata Kapolda.
Ia menambahkan bahwa pihak Kepolisian (Polda) juga berencana memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) agar euforia ini tetap terarah dan aman. Saat ditanya mengenai tim jagoannya sendiri, Kapolda berseloroh, “Tim kesayangan saya ya tetap Tim Indonesia, sayangnya kali ini tidak masuk.”
Buron Kasus Hunud dan Gunung Botak: Semua Sama di Mata Hukum.
Terkait isu keamanan lain, Kapolda memberikan jawaban lugas mengenai penanganan 4 Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pembakaran di Hunud serta polemik tambang emas ilegal Gunung Botak.
Merespons kabar bahwa para DPO Hunud tersebut diduga masih berkeliaran di area tertentu, Kapolda meminta masyarakat atau media yang memiliki informasi akurat untuk langsung melaporkannya ke pihak kepolisian.
“DPO itu akan terus masuk daftar dan dievaluasi, tidak akan pernah ditutup kasusnya selama peluang proses hukum masih ada. Kalau ada informasi akurat mereka ada di mana, jangan cuma ke media, kasih tahu ke polisi. Tunjukkan ‘Pak, itu orangnya’, langsung kita tangkap,” tantangnya secara terbuka.
Sementara untuk penambangan ilegal di Gunung Botak, Kapolda memastikan bahwa penegakan hukum akan berjalan selaras dengan kebijakan pengelolaan dari pemerintah daerah.
“Intinya tidak ada toleransi. Mau dia anggota, mau dia masyarakat, semua sama di depan hukum. Aturan hukum harus tetap ditegakkan,” pungkasnya menutup wawancara.(LD)








Komentar