MANGGUREBEMAJU.COM, Maluku, 25 Juli 2025, Di tengah gegap gempita tugas kenegaraan, seorang putra kampung kembali menyapa sunyi hutan, menyentuh tanah yang membesarkannya, dan meneguk manisnya air kelapa — seakan menyapa masa lalu yang membentuknya jadi pemimpin hari ini.
H. Abdullah Vanath, Wakil Gubernur Maluku, hari ini secara resmi merilis momen kepulangannya ke kampung halaman. Di tanggal 25 Juli 2025, beliau menepi sejenak dari hiruk-pikuk protokoler pemerintahan untuk kembali melepas rindu: kepada alam, kepada kebun cengkeh dan pala yang ia rawat sendiri, kepada akar kehidupannya.
“Alhamdulillah, syukur. Rindu tertunai. Suasana yang pasti dirindukan semua anak kampung seperti saya,” ucap beliau dalam unggahannya yang menyentuh hati banyak warga Maluku.
“Melihat tanaman tumbuh menjulang, bertangkai dan berbuah dengan caranya masing-masing. Senang rasanya melihat semuanya, sembari melepas dahaga dengan air kelapa yang manis.”
Investasi Hari Tua, Warisan untuk Anak Negeri
Bagi H. Abdullah Vanath, kebun bukan sekadar tempat berteduh. Ia adalah sekolah kehidupan, tempat ia belajar mencintai tanah, belajar konsistensi, dan merawat masa depan. Tanaman yang kini ia nikmati bukan ditanam semalam — melainkan tumbuh bersama perjuangan panjang.
“Sejak menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku, di sela-sela kesibukan, saya terus merawat cengkeh dan pala ini. Hutan adalah tempat saya melangkah, bercinta, dan belajar tentang masa depan Maluku yang kaya akan sumber daya,” ujarnya penuh makna.
Lebih dari Palah, Ini tentang Identitas
Kepulangan ini menjadi simbol bahwa pemimpin sejati tidak pernah lupa dari mana ia berasal. Abdullah Vanath bukan hanya seorang pejabat; ia adalah anak petani yang membuktikan bahwa kerja keras, integritas, dan cinta pada tanah kelahiran bisa mengantar seseorang dari kebun ke kursi kepemimpinan.
“Ini bukan tentang liburan atau nostalgia,” kata salah satu warga desa. “Ini tentang seorang pemimpin yang tetap menjaga akarnya, dan tidak pernah meninggalkan siapa dirinya.”
Penutup: Rindu yang Menyuburkan Negeri
Di akhir perjalanannya hari itu, H. Abdullah Vanath menuliskan kalimat yang menggambarkan segalanya:
“Kebun Pala ini saya rawat bukan hanya untuk saya. Ini adalah warisan sunyi untuk generasi anak Maluku. Agar kelak mereka tahu, bahwa negeri ini bukan miskin — kita hanya perlu lebih banyak anak kampung yang berani pulang dan membangun kembali.”
Salam hormat dari tanah subur,
H. Abdullah Vanath
Wakil Gubernur Maluku. (*








Komentar