MANGGUREBEMAJU.COM, Konferensi Kota PGRI kota Ambon Masa Bhakti XXIII – Tahun 2025-2030. Dengan sorotan Tema : Transformasi PGRI menuju Indonesia emas, Kamis 19 Juni lantai 4 di Hotel Grand Avira Kota Ambon.
Ketua PGRI Kota Ambon A.G. Latuheru yang di temui dalam wawancara singkat, jujur mengatakan untuk kepengurusan yang baru, tandasnya memang belum terlalu banyak yang kita lakukan tetapi untuk kepentingan guru dan tenaga pendidikan paling tidak apa yang menjadi aspirasi mereka sudah kita komunikasikan termasuk menyampaikan semuanya itu kepada Pemerintah Kota Ambon.
Ada beberapa hal yang menjadi dasar permasalahan yang timbul antara lain yan pertama, sangat riskan dari apa yang mereka sampaikan itu adalah mereka punya hak yang terlambat terutama sertifikasi yah mereka agak-agak sedikit keras juga tapi kita kemudian kumpul kita bicarakan dan kita komunikasikan dengan Pemerintah Kota dan itu terjadi.
Tapi ke depannya seperti sekarang kan pasti kemungkinan itu sudah tidak akan terjadi, karena sekarang mereka akan menerima tunjangan sertifikasi itu langsung masuk ke rekening mereka, karena sebelumnya itu kan ditransfer ke Pemerintah Kota nanti baru kemudian Pemerintah Kota mengtransfer ke rekening masing-masing tapi sekarang tidak lagi dan sudah langsung.
Yang kedua kita berharap juga dari seperti yang pak Walikota katakan jadi PGRI bukanlah sebuah organisasi yang diam tetapi PGRI juga harus bisa memberi dampak kepada anggotanya artinya kalau ada masalah-masalah yang berhubungan dengan guru ataupun tenaga pendidikan yang termasuk hak-hak mereka dan juga masalah-masalah yang terkait dengan mereka PGRI juga harus tampil di depan yah paling tidak kalau kita harus membela kita bela mereka dan membantu mereka sehingga apa yang mejadi kebutuhan² mereka termasuk menjadi jembatan untuk menghubungkan mereka dengan pemerintah dapat diperjuangkan dengan baik.
Saya berharap dengan pengurus yang berikut ini kan dipilih dan saya dengar itu memang orang-orang yang juga teman-teman pengurus dan bisa diluar juga tidak jadi masalah, tapi yang skarang itu melanjutkan lagi berarti mereka sudah jauh mengetahui memahami apa yang menjadi kepentingan guru dan tenaga pendidikan itu sendiri,” tandasnya.
Kemudian Dalam sambutannya, Walikota Ambon menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan pengurus PGRI yang terus menunjukkan dedikasi dalam dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa, transformasi PGRI tidak sekadar menyesuaikan diri dengan era digital tetapi juga harus mampu melahirkan kebijakan yang berpihak pada mutu pendidikan, perlindungan anak, dan tata kelola sekolah yang profesional serta menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendorong terciptanya generasi cerdas berkarakter, dan siap bersaing.
Seperti yang telah saya katakan sebelumnya apabila ada anak² yang melakukan tawuran maka jabatan kepala sekolah akan saya copot, namun sejauh ini belum ada satupun yang saya copot.
Kiranya ini juga menjadi suatu ketegasan juga bukan hanya guru, tetapi anak didik kita untuk tertib dan berprilaku yang baik, kiranya ini juga menjadi satu perhatian antara guru disekolah dan orang tua dirumah, agar dapat mendidik serta membina anak² kita menjadi anak² yang berprilaku yang baik dan menjalankan apa yang seharusnya mereka jalankan sebagai seorang siswa disekolah pun lingkungan ketika mereka sudah berada diluar sekolah sehingga anak² ini menjadi anak² yang cerdas, berkarakter siap bersaing dalam mutualisme pendidikan.
Setelah menyelesaikan sambutannya, beliau didampingi wakil ketua PGRI propinsi Maluku serta ketua PGRI kota Ambon ada dalam
Pembukaan kegiatan yang ditandai secara simbolis dengan memasukan kata sandi oleh Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si. (LD








Komentar