oleh

200 Relawan Ikuti Pelatihan Penjamah Makanan di Ambon, Jadi Kunci Terbitnya SLHS.

MM.COM, Ambon, 8 April 2026 — Sebanyak 200 relawan mengikuti kegiatan Pelatihan Penjamah Makanan yang diselenggarakan oleh Yayasan Kalyana Mitra Mandiri bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Himpunan Kesehatan Lingkungan Hidup Indonesia (HAKLI) Ambon. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 8–9 April 2026, di Manise Hotel Lt.5, Ambon.

Ketua yayasan, “Alex Tan”, yang juga merupakan salah satu pemilik empat SPPG di Kota Ambon, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu syarat utama dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh Dinas Kesehatan.

“Jadi kegiatan hari ini memang merupakan salah satu persyaratan dengan terbitnya SLHS, itu diterbitkan oleh Dinas Kesehatan. Makanya hari ini kita bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota, dengan Ketua HAKLI, Himpunan Kesehatan Lingkungan Hidup Indonesia, mengadakan pelatihan penjamah makanan,” ujarnya saat diwawancarai awak media.

Ia menegaskan, seluruh relawan wajib mengikuti pelatihan tersebut. Di akhir kegiatan, para peserta akan mendapatkan sertifikasi sebagai bukti telah memenuhi standar kompetensi dalam pengelolaan makanan yang higienis.

“Semua relawan kami harus ikut, kemudian nanti di penghujung acara akan sertifikasi untuk masing-masing relawan. Kegiatan ini merupakan satu bekal supaya relawan kami punya pengetahuan dalam pengelolaan makanan menjadi lebih baik, punya satu standar untuk memberikan pelayanan maksimal kepada penerima manfaat,” tambahnya.

Dari sisi jumlah peserta, pelatihan ini diikuti oleh 100 orang pada hari pertama dan 100 orang pada hari kedua, sehingga total mencapai 200 peserta.

Terkait latar belakang relawan, Alex Tan menyebut mereka berasal dari berbagai kalangan. Namun, sebagian besar tetap diprioritaskan dari lingkungan sekitar dapur operasional.

“Relawan ini semua dari berbagai latar belakang. Kurang lebih sekitar 60–80 persen itu harus dari daerah sekitar dapur, sisanya boleh dari luar asalkan tidak dari luar kabupaten,” jelasnya.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, diketahui puluhan dapur di Ambon masih dalam kondisi ditangguhkan operasionalnya karena belum memenuhi persyaratan SLHS dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Kalau dari kami, IPAL sudah siap, sudah ada, tinggal SLHS. SLHS ini punya beberapa persyaratan poin, dari enam poin itu kami hanya kurang satu, yaitu pelatihan ini. Nah, setelah pelatihan ini selesai, tentunya SLHS kami akan keluar,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh relawan memiliki standar yang sama dalam pengelolaan makanan, sekaligus mempercepat pemenuhan persyaratan kesehatan sehingga dapur-dapur yang sempat ditangguhkan dapat kembali beroperasi dan melayani masyarakat secara optimal. (LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *