MANGGUREBEMAJU.COM, AMBON – Yayasan Arika Mahina mulai menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian organisasi dengan menyelenggarakan kegiatan penggalangan dana lokal yang melibatkan partisipasi masyarakat Kota Ambon.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari rangkaian pelatihan local fundraising yang difasilitasi oleh Yayasan SATUNAMA di Jogjakarta.
Pelatihan yang diselenggarakan pada bulan Mei 2025 lalu ini bertujuan untuk membekali Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)/yayasan dengan strategi penggalangan dana dari sumber lokal.
Hal ini menjadi penting mengingat selama ini sebagian besar LSM/yayasan, masih sangat bergantung pada donor internasional.
Karel Tuhehay, Kepala Departemen Kesehatan Jiwa dan Disabilitas Yayasan SATUNAMA sekaligus Trainer Local Fundraising – Change the Game Academy, dalam wawancara awak media 13/8/2025 di sibu-sibu saat kegiatan berlangsung, menyampaikan bahwa Arika Mahina menunjukkan progres yang signifikan.
“Setelah pelatihan di bulan Mei, bulan ini (13 Agustus) saya merupakan coaching pertama untuk kegiatan saat ini, dan ternyata mereka sudah bisa mengimplementasikan strategi fundraising lewat event ini. Ini membuktikan kesiapan mereka untuk mulai mandiri secara finansial,” ujar Karel Tuhehay.
Kegiatan penggalangan dana dilakukan dalam bentuk event sosial yang melibatkan masyarakat luas. Antusiasme masyarakat Kota Ambon terlihat cukup tinggi. Karel menyebutkan bahwa dalam budaya lokal Ambon dikenal istilah “badati” (gotong royong) atau (kebersamaan) dan semangat inilah yang turut mendukung suksesnya kegiatan ini.
Dana yang terkumpul dari kegiatan ini nantinya akan dialokasikan untuk program pemenuhan hak-hak anak di Kota Ambon, yang menjadi salah satu fokus utama Yayasan Arika Mahina.
Lebih lanjut, Karel menjelaskan bahwa pelatihan local fundraising mencakup berbagai materi penting, mulai dari analisis keuangan organisasi, mengukur tingkat ketergantungan terhadap donor, hingga perencanaan dan pelaksanaan strategi fundraising.
“Kalau ketergantungan pada donor internasional masih di atas 70 persen, itu riskan. Maka dari itu, melalui pelatihan ini, kami dorong agar setiap LSM/yayasan bisa mengurangi ketergantungan tersebut dan memperkuat sumber daya lokal,” tambahnya.
Coaching akan terus berlanjut hingga bulan Desember mendatang, dengan harapan Yayasan Arika Mahina bisa semakin kuat dalam merancang dan menjalankan strategi fundraising secara mandiri dan berkelanjutan.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan. Dengan begitu, mereka tidak hanya bergantung pada dana luar, tapi juga bisa membangun kepercayaan dan dukungan dari masyarakat lokal, dari Ambon untuk Ambon,” pungkas Karel. (LD)













Komentar