MM.COM, AMBON – Keamanan pangan menjadi harga mati dalam operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kota Ambon. Memastikan ribuan paket makanan yang didistribusikan setiap hari bebas dari risiko keracunan, Yayasan Kalyana Mitra Mandiri menggandeng Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) menggelar Pelatihan Penjamah Makanan intensif di Manise Hotel, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini menjadi krusial mengingat tantangan besar yang dihadapi relawan dalam menyediakan rata-rata 3.000 porsi makanan setiap harinya.
Ketua Satuan Gugus Khusus Kebencanaan HAKLI, “Johny Sumbung, SKM., MKes”, dalam arahannya menekankan bahwa penjamah makanan harus jeli membedakan antara keracunan akibat kontaminasi bakteri dengan reaksi alergi siswa.
“Hati-hati, gejala kejang-kejang atau pingsan tidak selalu karena makanan itu beracun secara kimiawi atau biologis. Bisa jadi itu reaksi alergen yang kritis (syok anafilaktik). Itulah mengapa SPPG wajib memiliki data riwayat kesehatan siswa,” tegas Johny di hadapan para relawan.
Ia juga memperingatkan adanya risiko fisik yang sering terabaikan, seperti benda asing (kancing baju, staples, bolpoin) yang terjatuh ke dalam masakan. Johny mengingatkan agar kerja tim di dapur harus solid dan transparan untuk menghindari sabotase atau kelalaian sekecil apa pun.
Bukan sekadar formalitas, pelatihan ini merupakan bagian dari syarat terbitnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari 32 dapur SPPG yang ada di Ambon, Johny mengungkapkan bahwa baru 20 yang telah mengantongi SLHS.
“Target kita 100%. Untuk lulus, relawan harus mencapai nilai minimal 70 pada post-test. Jika belum lulus, kita akan review dan latih kembali sampai kompeten. Pemeriksaan kesehatan karyawan pun harus 100% sehat prima, tidak boleh setengah-setengah,” tambahnya.
Di sisi lain, PIC Program Pangan Olahan Siap Saji (POSS) Kota Sehat, “Khasrul Tsani, SKM., M.K.M”, menyoroti pentingnya pembentukan karakter relawan. Mengatur puluhan orang di dapur bukan perkara mudah jika tidak didasari kepedulian pada kebersihan.
“Relawan adalah jantung dari dapur. Lewat pelatihan ini, kita melakukan “upgrade” kemampuan dan kepedulian mereka terhadap standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” ujar Khasrul.
Ketua Yayasan Kalyana Mitra Mandiri, “Alex Tan”, selaku penyelenggara, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin dengan Dinas Kesehatan dan HAKLI. Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi memastikan anak-anak di Ambon mendapatkan asupan gizi yang tidak hanya sehat, tapi juga aman dikonsumsi.(LD).








Komentar