MM.COM, AMBON – Sebuah rekaman CCTV di area parkir Rumah Sakit (RS) Siloam mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, kamera pengawas tersebut menangkap jelas aksi tidak terpuji yang diduga dilakukan oleh seorang pria berseragam Dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) berwarna cokelat pada Senin siang (4/5/2026).
Pria tersebut diduga membawa kabur sebuah helm milik salah satu orang tua pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini terjadi di rentang waktu pukul 10.00 hingga 11.00 WIT. Korban, yang saat itu hendak pulang ke rumah setelah menjaga anaknya yang sakit, terkejut mendapati helm yang sebelumnya diletakkan di atas motor sudah raib dari tempatnya.
Tak tinggal diam, korban segera berkoordinasi dengan pihak keamanan RS Siloam untuk melakukan pengecekan rekaman CCTV. Hasilnya mengejutkan: pelaku yang mengambil helm tersebut terlihat jelas menggunakan seragam dinas (PDH) berwarna cokelat yang identik dengan pakaian kerja abdi negara.
Ultimatum 1×24 Jam: Kembalikan atau Malu!
Pihak korban menyatakan kekecewaan mendalam atas tindakan oknum tersebut. Di tengah musibah yang menimpa keluarga karena anak yang sedang dirawat, mereka justru harus mengalami kerugian akibat ulah oknum yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat.
“Kami sudah mengantongi bukti rekaman CCTV yang sangat jelas. Kami memberikan waktu (1×24 jam) kepada oknum ASN tersebut untuk menunjukkan itikad baik dan mengembalikan helm tersebut ke lokasi semula,” ujar pihak korban dengan nada tegas.
Ancaman Laporan ke Atasan dan Pihak Berwajib
Jika dalam batas waktu yang ditentukan pelaku tidak mengembalikan barang tersebut, korban menegaskan akan menempuh jalur hukum secara resmi.
1. Laporan Kepolisian: Melaporkan tindakan pencurian ke pihak berwajib dengan bukti rekaman CCTV.
2. Laporan Kedinasan: Melaporkan identitas dan wajah pelaku ke instansi terkait serta pimpinan instansi tempat oknum tersebut bekerja agar diberikan sanksi etik yang berat.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih memantau perkembangan di lapangan. Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa seragam dinas seharusnya mencerminkan integritas, bukan justru digunakan untuk melakukan tindakan yang merugikan rakyat kecil, apalagi di lingkungan rumah sakit.(LD)











Komentar