MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 22 Agustus 2025 – SMK Negeri 5 Ambon memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan sosialisasi tentang bahaya perdagangan anak dan pentingnya prosedur imigrasi yang legal. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan “Alexander pattipeiluhu S.Pd” usai kegiatan sosialisasi yang digelar di sekolah, kerjasama IOM menggandeng yayasan Arika Mahina dan Imigrasi Maluku serta yayasan peduli Inayana Maluku.
Menurut beliau, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan pemahaman kepada para siswa tentang bahaya yang mengintai generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi lintas negara.
“Kami melihat kegiatan ini sangat bagus, apalagi di tengah perkembangan teknologi yang membuat informasi dan pengaruh dari luar begitu mudah masuk. Anak-anak sangat rentan terjerumus, apalagi jika tidak memahami prosedur dan batas-batas hukum yang berlaku,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut dijelaskan berbagai kasus, termasuk modus penjualan anak dan pengiriman anak ke luar negeri tanpa dokumen resmi. Hal ini, menurut pihak sekolah, menjadi peringatan serius agar siswa lebih waspada dan memahami pentingnya proses keimigrasian yang sah jika ingin bekerja atau menempuh pendidikan di luar negeri.
“Kami ingin setelah siswa lulus, jika mereka memiliki niat untuk bekerja atau belajar di luar negeri, mereka bisa melakukannya lewat jalur resmi. Jangan sampai terjerumus pada jalur ilegal yang bisa membahayakan diri sendiri maupun keluarga,” lanjutnya.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya di SMK Negeri 5 Ambon, namun juga dapat disebarluaskan ke sekolah-sekolah lain di Kota Ambon bahkan di luar daerah, terutama di wilayah yang belum pernah mendapat sosialisasi serupa.
“Kadang ada anak yang baru tamat sekolah, lalu dirayu untuk bekerja di luar negeri, tapi ternyata mereka tidak memiliki dokumen resmi. Ada yang bahkan sampai hilang kontak dengan keluarga, bahkan seperti yang dijelaskan tadi, ada juga yang meninggal dunia. Ini sungguh memprihatinkan,” tambahnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, pihak sekolah berencana untuk mengadakan sosialisasi internal lanjutan dan menjadikan isu ini sebagai bagian dari program pembinaan siswa menjelang kelulusan.
“Kami akan terus mendorong kegiatan serupa lewat program sosialisasi di sekolah. Ini menjadi penting agar siswa memahami pilihan dan tantangan ke depan, termasuk dalam hal imigrasi dan ketenagakerjaan,” pungkasnya.
Masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat bersama-sama berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada generasi muda agar terhindar dari praktik-praktik yang merugikan. (LD)








Komentar