MM.COM, Kondisi stabilitas nasional dan ketahanan ekonomi yang dinilai tengah mengalami dinamika menjadi sorotan utama dalam kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Kesadaran Bela Negara bersama Keluarga Besar TNI (KBT) di lingkungan Kodim 1504/Ambon Semester I TA 2026, Senin 22 Juni 2026.

Acara yang mengusung tema “Melalui Penguatan Bela Negara, Kita Perkokoh Generasi Muda Keluarga Besar TNI yang Solid, Berkarakter dan Berjiwa Nasionalis” ini dihadiri oleh berbagai unsur keluarga besar TNI, mulai dari GM FKPPI, KB FKPPI, PPM, hingga HIPAKAD dan Ibu-Ibu Warakawuri.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk mengonsolidasikan kembali semangat kebangsaan di tengah tantangan zaman.
Ketua KB FKPPI, “Abdul Kadir Pattilouw”, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya refleksi sejarah perjuangan kemerdekaan, di mana kekuatan utama Indonesia terletak pada bersatunya rakyat, TNI (dahulu ABRI), dan para politisi.
Meskipun memuji kinerja TNI-Polri yang sukses menjaga stabilitas keamanan negara dengan sangat mantap, Abdul Kadir memberikan catatan kritis terhadap para politisi saat ini.
Menurutnya, ada kecenderungan para politisi kurang peka dan hanya mendekati rakyat setiap lima tahun sekali (momentum pemilu), tanpa membawa perubahan yang signifikan bagi kesejahteraan bangsa.
“Kondisi perekonomian kita saat ini kelihatan goyang. Pemerintah dan para pengusaha harus bersinergi, terutama di sektor vital seperti pertambangan batu bara yang menyuplai PLN di wilayah kepulauan besar (Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan). Jika tidak diatur dengan baik, harga tambang bisa dimainkan dan berdampak pada pasokan listrik ke masyarakat,” ujar Abdul Kadir.
Ia menegaskan, solusi utama untuk membawa Indonesia menuju era ‘Indonesia Emas’ adalah dengan mengembalikan tata kelola negara pada khittah Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33.
“Para politisi harus sadar bahwa negara ini perlu dikembalikan ke UUD 1945 Pasal 33. Semua kekayaan alam dan bumi Indonesia harus diutamakan dan dipergunakan sebesar-besarnya demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Kita, politisi, TNI-Polri, dan rakyat harus bersatu padu,” tegasnya.
Selain konsolidasi ideologis, kegiatan ini juga diisi dengan materi praktis dan penyegaran yang adaptif. “Peltu Abd Haris Lisaholet”, yang bertindak sebagai fasilitator kegiatan, menjelaskan bahwa materi bela negara kali ini dikemas dalam bentuk pengingat (refreshment) yang bertujuan membangkitkan kembali semangat cinta tanah air.
Mengingat sebagian peserta merupakan para sesepuh dan purnawirawan maka kegiatannya disesuaikan dengan kondisi fisik tanpa mengurangi esensi dari nilai-nilai perjuangan itu sendiri.
“Materi yang dibawa secara praktik ini sifatnya pengenalan dan mengingatkan kembali. Kita mengingatkan kembali semangat juang dan cinta tanah air mereka. Memang karena faktor usia, ada kekhawatiran serba salah dalam latihan fisik yang berat, namun lewat metode simulasi, esensi bela negara tetap tersampaikan dengan kuat,” ungkap Peltu Abd Haris.
Melalui sinergi pembinaan ini, Kodim 1504/Ambon berharap hubungan antara masyarakat dan institusi TNI AD semakin erat, harmonis, dan saling mempercayai, demi menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI di masa depan.
​Sebagai bentuk apresiasi, rasa kekeluargaan, dan tali asih kepada para sesepuh serta keluarga besar TNI yang hadir, rangkaian acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan bingkisan secara simbolis oleh pihak Kodim 1504/Ambon kepada perwakilan peserta. Momen hangat ini sekaligus menutup kegiatan pembinaan dengan penuh rasa kebersamaan yang solid.(LD)









Komentar