MANGGUREBEMAJU.COM, SMP Negeri 2 Ambon kembali menyambut tahun ajaran baru dengan harapan besar dan tekad kuat. Sekolah yang sejak tahun 2018 dipimpin oleh seorang kepala sekolah penuh dedikasi ini, kini berada di masa-masa terakhir pengabdiannya, Gani Suat M.Pd sang Kepala sekolah akan memasuki masa purna tugas pada 1 Agustus 2025, setelah tujuh tahun mengabdi dengan hati dan sepenuh jiwa.
Namun semangat tak pernah redup. Justru menjelang akhir masa jabatan, beliau semakin mantap menata langkah pendidikan di sekolah yang dicintainya.
Dibimbing oleh arahan Dinas Pendidikan, SMP Negeri 2 menetapkan daya tampung sebanyak 11 rombongan belajar (rombel) sesuai standar nasional, yaitu 32 siswa per kelas. Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, sekolah membuka kuota untuk 352 siswa baru.
Hingga pertengahan Juli 2025, tercatat 316 siswa telah resmi diterima. Namun setelah proses asesmen dan verifikasi, jumlah siswa yang aktif menjadi 308. Ada 8 anak yang hingga kini belum datang atau tidak hadir, hal ini disampaikan beliau dalam wawancara santai dengan senyumnya yang khas bersama team awak media Rabu 16 juli 2025.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dulunya hanya tiga hari, kini dijalankan selama lima hari.
Dan hebatnya, pelaksanaannya di SMP Negeri 2 menjadi sorotan pemerintah pusat. Mereka hadir, memantau, bahkan membagikan kisah sekolah ini sebagai contoh pelaksanaan MPLS yang humanis, kreatif, dan menyentuh.
“Bagi kami, MPLS bukan sekadar agenda. Ini adalah momen membentuk karakter. Kami ingin anak-anak merasa bahwa sekolah ini bukan tempat asing, tapi rumah kedua mereka,” ujarnya haru.
SMP Negeri 2 saat ini memiliki 8 tenaga administrasi aktif, serta 32 guru yang setia mengajar, membimbing, dan mendampingi siswa dalam proses tumbuh dan berkembang. Meski beberapa formasi P3K masih menunggu hasil final, proses pembelajaran tetap berjalan dengan penuh dedikasi.
Kurikulum yang diterapkan pun tak sekadar mengikuti aturan, tapi benar-benar dirancang untuk melihat potensi dan perkembangan siswa secara utuh. Baik akademik maupun non akademik mendapat porsi yang seimbang.
Dari kelas-kelas yang riuh oleh semangat belajar, hingga lapangan yang penuh sorak gembira oleh pertandingan basket, voli, dan sepak bola.

Sekolah ini telah mencatatkan banyak prestasi. Namun ada yang begitu membekas di hati:
-Juara 1 tingkat nasional IBCA MMA di Sulawesi Tengah, Oktober 2023.
-Piagam penghargaan sebagai Peserta Terkreatif Mars BNN RI, Maret 2023.
-Dan yang paling membanggakan, pada Juni lalu, seorang siswa SMP Negeri 2 terpilih mewakili Provinsi Maluku di ajang nasional yang diikuti oleh lebih dari 4.000 peserta, hanya 30 yang masuk nominasi terbaik di Indonesia cerita dalam bentuk video. Dan salah satunya adalah dari sini, dari sekolah ini, yang sederhana namun penuh harapan.
Kepala sekolah menyebut momen itu sebagai hadiah paling indah menjelang akhir pengabdiannya.
“Anak itu membawa nama Maluku, membawa nama sekolah ini, dan membawa harapan kita semua. Ketika namanya disebut sebagai salah satu dari 30 terbaik nasional, saya merasa bangga, karena ternyata, dari sini… dari SMP Negeri 2… kami bisa,” tuturnya terkenang.
Lebih dari sekadar angka dan data, SMP Negeri 2 adalah tempat harapan ditanam, bakat dibentuk, dan mimpi-mimpi kecil disulut menjadi nyala besar. Di sinilah masa depan dibangun, satu anak, satu guru, satu hati pada satu waktu.
Dan meskipun kepala sekolah akan segera menutup bab pengabdiannya, jejaknya tak akan pernah hilang. Ia akan tetap hidup dalam setiap langkah siswa yang pernah ia bimbing. Dalam setiap senyuman guru yang ia rangkul. Dan dalam setiap prestasi yang kelak ditorehkan generasi berikutnya.
Karena sejatinya, pendidikan bukan tentang gedung megah atau penghargaan yang mengkilap. Tapi tentang hati yang tulus dan langkah yang tak pernah lelah untuk terus memberi. (LD)











Komentar