MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 4 Agustus 2025 — Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap keselamatan di wilayah maritim Indonesia Timur, Lantamal IX Ambon bersama Koarmada III dan berbagai instansi terkait menggelar “Apel Gelar Pasukan dan Alat Penanggulangan Bencana Maritim” di Kota Ambon.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting dari jajaran TNI, Polri, pemerintahan daerah, serta lembaga-lembaga maritim lainnya yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kecelakaan dan bencana di laut.

Dalam apel tersebut, hadir antara lain, Tim rombongan Panglima Koarmada III,
PJU Lantamal IX, Gubernur Maluku yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bpk. Djalaludin Salampessy, Kasdam XV/PTM Brigjen TNI Dr. Nefra Firdaus Lubis, S.E., M.M., Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H., Danguspurla Koarmada III Laksma TNI Andri Kristianto, M.Han. Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Sugeng Sugiharto, S.Sos., M.M., Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Bpk. Azis Sangkal, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya dari Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi, Pemerintah Kota Ambon, Basarnas, Bakamla, PT. Pelni, ASDP, Pelindo, KSOP, dan PSDKP.

Apel gelar pasukan diisi dengan penyusunan barisan dari berbagai satuan, termasuk: 3 Pleton Lantamal IX, 1 Pleton Dirpolairud Polda Maluku, 1 Pleton gabungan dari Basarnas, Bakamla, dan KSOP, serta 1 Pleton Tim Penanganan Korban Lantamal IX.

Sejumlah “alat dan armada tanggap darurat” turut diperlihatkan, seperti Sea Rider, ambulance, mobil Basarnas, perahu karet, alat selam, hingga Aquaeye, perangkat canggih pendeteksi korban di bawah air.
Komitmen Koarmada III: “Bersatu untuk Tanggap dan Sigap”

Panglima Koarmada III Laksda TNI “Hersan, S.H., M.Si., M.Tr.Opsla” dalam amanat yang disampaikan menyatakan bahwa wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua, sangat rawan terhadap bencana dan kecelakaan laut. Maka dari itu, latihan terpadu ini menjadi langkah nyata untuk membangun sinergitas, mempercepat respons, dan meningkatkan koordinasi antarlembaga.
“Kami melihat bahwa kecelakaan dan bencana maritim sering kali terjadi di wilayah kita ini. Latihan ini bukan hanya formalitas, tapi sebuah kesiapan kolektif demi menyelamatkan nyawa dan menjaga marwah bangsa di lautan Nusantara,” tegas beliau.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh instansi untuk menjadikan latihan ini sebagai wadah memperkuat sinergi dan saling melengkapi.
“Mari bersama-sama kita hadapi segala tantangan maritim yang ada di Maluku ini dengan semangat persatuan, profesionalisme, dan pengabdian terbaik kepada negara.”
Harapan untuk Maluku dan Maritim Indonesia.
Apel ini menjadi simbol kesiapsiagaan sekaligus pesan bahwa negara hadir melalui kekuatan maritimnya. Di tengah tantangan geografis kepulauan dan luasnya wilayah laut, koordinasi dan solidaritas antarlembaga adalah kunci utama penyelamatan.
Diharapkan latihan ini bukan hanya menjadi rutinitas, tapi membentuk pola kerja yang responsif, cepat, dan terukur dalam setiap potensi bencana yang bisa saja datang sewaktu-waktu. (LD)










Komentar