MM.COM, AMBON, – Peta persaingan memperebutkan jabatan Sekretaris Kota (Sekot) Ambon resmi memanas. Hingga tenggat pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, empat nama besar di lingkup Pemerintah Kota Ambon dipastikan siap bertarung habis-habisan demi menduduki kursi birokrasi nomor satu di Ibu Kota Provinsi Maluku tersebut.
Setelah sebelumnya mencuat tiga nama kuat, yakni Elias Asprie B. Gaspersz (Kadis Lingkungan Hidup), Steven Dominggus (Kepala BKPSDM), dan Roby Sapulette (Plt. Sekot), kejutan muncul di menit-menit akhir. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), “Richard Luhukay”, resmi mendaftarkan diri pada Rabu (15/04/2026) sore, sekaligus mempertegas bahwa kompetisi ini adalah panggung bagi para birokrat berpengalaman.
Profil Kandidat: Adu Strategi dan Rekam Jejak
Persaingan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan adu visi dalam menata birokrasi Ambon ke depan:
1. Roby Sapulette (Sang Petahana Klinis): Sebagai Plt. Sekot, Sapulette dianggap memiliki keunggulan. Ia dinilai sukses menjadi perpanjangan tangan Wali Kota dalam menyukseskan 17 program prioritas dan dikenal sebagai komunikator ulung yang mampu menenangkan publik di berbagai forum.
2. Elias Apries B. Gaspersz (Sang Penyeimbang): Mantan Sekretaris DPRD/kepala DLHP ini membawa modal kuat dalam hal koordinasi lintas lembaga. Ia secara terang-terangan mengusung misi penataan birokrasi yang lebih bersih dan efisien demi kecintaannya pada Kota Ambon.
3. Steven Dominggus (Sang Pekerja Senyap): Kepala BKPSDM ini dikenal dengan gaya ‘low profile’ namun efektif. Ia dipandang sebagai sosok yang menguasai internal aparatur sipil negara (ASN) dan bekerja berdasarkan data serta hasil nyata.
4. Richard Luhukay (Kuda Hitam Berpengalaman):** Masuknya Luhukay menambah tensi kompetisi. Dengan masa kerja lebih dari 30 tahun sebagai ASN, ia memandang seleksi ini sebagai ruang pertanggungjawaban rekam jejak. Meski sempat ada isu teknis mengenai berkas tambahan, Luhukay menegaskan kesiapannya secara total.
Mekanisme Seleksi: Integritas Tanpa Kompromi
Panitia Seleksi (Pansel) telah menerima dokumen wajib dari seluruh kandidat, mulai dari Pakta Integritas, Surat Keterangan Bebas Temuan dari Inspektorat, hingga Surat Rekomendasi Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
“Semua orang punya kesempatan yang sama. Saya rasa semua punya kapasitas, apalagi jika sudah lolos tahap penerimaan berkas,” ujar Richard Luhukay optimis usai mendaftar.
Siapa yang Akan Menang?
Kini bola panas berada di tangan Panitia Seleksi dan intervensi akhir Wali Kota Ambon selaku PPK. Publik Ambon pun mulai berspekulasi mengenai siapa yang paling layak mendampingi Wali Kota dalam mengeksekusi kebijakan di tengah dinamika kota yang semakin kompleks.
Akankah posisi Sekot jatuh ke tangan sang Plt yang sudah teruji, ataukah para penantang dengan visi segar yang akan memenangkan hati pimpinan? Satu yang pasti, “Pertempuran Gajah” para birokrat ini akan menjadi penentu arah tata kelola pemerintahan Kota Ambon selama beberapa tahun ke depan. (LD)












Komentar