MM.COM, AMBON — Dinamika hubungan kepolisian dan kalangan mahasiswa di Kota Ambon kembali mencair. Sempat diliputi rasa kecewa akibat belum adanya respons surat permohonan audiensi yang diajukan lebih dari sepekan lalu, jajaran pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon dan HMI-Wati (Kohati) akhirnya diterima langsung oleh Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si, yang didampingi Kanit PPA “Iptu Norlensa Pattimama, S.H.
Pertemuan yang berlangsung hangat di ruang kerja Kapolres pada Selasa (27/10/2026) dihadiri Ketua HMI Cabang Ambon “Sitrun Danu Mahulauw” dan beberapa pengurus lainnya.
Gerak Cepat Kapolresta Tepis Miskomunikasi.
Kekecewaan awal yang dirasakan pengurus Kohati—mengingat pentingnya materi diskusi terkait isu-isu krusial seperti kasus pembuangan anak, kekerasan terhadap perempuan dan KDRT, hingga mitigasi konflik sosial di Ambon—langsung direspons secara terbuka oleh Kombes Pol Andrias.
Orang nomor satu di jajaran Polresta Ambon itu secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan tanggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kendala administratif terjadi murni akibat adanya pergeseran dan pergantian staf di internal kepolisian.
Menariknya, sebelum sesi diskusi formal dimulai, suasana ketegangan langsung cair ketika Kapolres mengajak seluruh pengurus Kohati HMI untuk menikmati makan siang bersama. Sebuah gestur humanis yang membuktikan bahwa institusi kepolisian selalu membuka lebar pintu komunikasi bagi kaum muda.
“Kami selalu membuka waktu ya untuk pintu komunikasi, saya enggak batasi gitu loh. Ya bahkan kalau kita bisa saling bersinergi kan lebih bagus,” tegas Kombes Pol Andrias di hadapan para aktivis mahasiswa.
Tepis Konflik Lewat ‘Bacarita’ dan Patroli Tanpa Tidur.
Dalam ruang audiensi tersebut, Kombes Pol Andrias juga blak-blakan membuka lembar realitas tugas berat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Ambon yang menaungi lebih dari 555.000 jiwa penduduk. Ia menceritakan pengorbanan personel di lapangan yang tak kenal lelah berpatroli malam hingga subuh demi memastikan warga bisa tidur nyenyak.
“Setiap hari itu, dari jam 10 malam sampai jam 6 pagi, capek enggak? Gak tidur kita, Lebih baik kita tidak tidur, tapi Kota Ambon aman, daripada kita tidak tidur gara-gara konflik.” Ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kedamaian yang dirasakan Ambon saat ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil kerja keras bersama masyarakat. Pendekatan preventif melalui tradisi “bacarita” (berdiskusi dan bercengkerama langsung dengan warga) terbukti ampuh meredam potensi gesekan sosial sebelum membesar.
Tunjuk Kanit PPA, Siap Kolaborasi Edukasi Publik.
Respons positif ini berbuah manis bagi agenda strategis Kohati HMI. Kapolres langsung menunjuk Kanit PPA, “Iptu Norlensa Pattinama, S.H.,” untuk turun tangan langsung memenuhi undangan sebagai narasumber dalam kegiatan diskusi publik yang akan dihelat oleh HMI Kohati.
Kepolisian dan Kohati sepakat untuk membangun sinergi konkret, khususnya dalam memberikan edukasi hukum dan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kota Ambon. Melalui kolaborasi ini, perempuan diharapkan tidak lagi sekadar menjadi objek, melainkan garda terdepan sebagai agen perdamaian (peacekeeper) di tengah masyarakat. (LD).










Komentar