MANGGUREBEMAJU.COM, Tahun ajaran baru di SD Negeri 85 Ambon dimulai dengan semangat dan harapan baru, dalam penerimaan siswa baru masih dirasakan.
Dari jumlah ideal 28 siswa per rombongan belajar (rombel) sesuai ketentuan pemerintah, sekolah memiliki 1 rombel dan berjalan sesuai yang diharapkan.
Kepala SD Negeri 85 Ambon, Rosalina Riry, S.Th, yang telah menjabat sejak tahun 2021, yang ditemui pada ruang kerjanya dalam wawancara singkat, menyampaikan bahwa pihak sekolah tetap melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
(Staf Pengajar dan Persiapan Menghadapi Tahun Ajaran Baru)
SD Negeri 85 Ambon memiliki 17 staf pengajar yang terdiri dari 6 guru kelas, 6 guru mata pelajaran (agama Kristen, agama Islam, musik, bahasa Inggris, dan 2 guru Penjas), serta tambahan kepala sekolah, operator, dan tenaga kebersihan. Salah satu guru dijadwalkan pensiun pada Januari tahun depan, namun pihak sekolah memastikan proses pengusulan pengganti tetap aman.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung sejak 14 Juli juga berjalan lancar. Kegiatan MPLS disusun dengan rapi oleh panitia dan dimulai dengan pengenalan lingkungan sekolah. Pada hari pertama, orang tua diizinkan mendampingi anak-anak dalam kelas guna memudahkan proses transisi dari PAUD ke SD.
“Saya sangat bersyukur karena guru kelas 1 kami merupakan guru transisi dari TK, jadi sangat memahami karakter anak-anak usia dini. Kegiatan MPLS disusun dengan materi menarik, ditampilkan lewat infokus dan lagu-lagu ceria. Anak-anak sangat bersemangat mengikuti kegiatan,” tutur kepala sekolah.

(Prestasi Siswa yang Membanggakan)
SD Negeri 85 Ambon berhasil mencetak prestasi di tingkat nasional dan internasional. Salah satu siswa kelas 6 meraih 4 medali emas pada bulan mey, dan 1 perak pada bulan Juli tahun ini dijakarta dalam kejuaraan karate,
Kemudian dalam kejuaraan karate di tingkat internasional kembali menyabet 1 medali emas, dan dalam ajang Presiden Cup tingkat internasional mendapat 1 medali emas.
Pencapaian tersebut sepenuhnya didukung oleh orang tua, karena keterbatasan dana dari pihak sekolah.
“Semua pembiayaan ditanggung orang tua. Kami dari sekolah hanya bisa memberikan dukungan moral dan pendampingan karena keterbatasan anggaran,” jelas kepala sekolah.
Selain karate, siswa juga dilibatkan dalam lomba sains dan fashion show tingkat kota hingga nasional. Meski belum semua membuahkan hasil, sekolah terus mendorong siswa untuk tetap percaya diri dan aktif dalam berbagai kegiatan.
(Kepedulian Sosial dan Kepemimpinan yang Inspiratif)
Kepala sekolah juga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kondisi ekonomi orang tua siswa lewat kebijakan yang diambilnya, untuk meringankan beban, pihak sekolah menyediakan seragam batik dan laporan pendidikan gratis selama tiga tahun terakhir.
“Saya tahu banyak orang tua yang penghasilannya sangat minim, maka lewat kebijakan ini semoga orang tua terbantu dan anak-anak kami bisa bersekolah dengan baik” ucap beliau dengan tulus.
(Implementasi Kurikulum Merdeka dan Harapan ke Depan)
SD Negeri 85 Ambon saat ini menerapkan Kurikulum Merdeka yang mengedepankan pendekatan “deep learning”.
Oleh sebab itu para guru sementara mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh dinas pedidikan kota, kecamatan dan gugus sekolah.
Kepala sekolah berharap agar program pengembangan ini terus memajukan mutu guru, dan tidak ada lagi sekat atau batasan dalam bekerja sama.
“Dulu saat saya masuk, jumlah siswa baru hanya 60-an, sekarang puji Tuhan sudah 100 lebih. Ini buah dari kerja sama, komitmen, dan hati yang tulus dalam melayani pendidikan,” tuturnya.
(Harapan terhadap Kebijakan Pemerintah)
Di akhir pernyataannya, kepala sekolah berharap ada pengkajian atas kebijakan kemendiknas dimana tahun ajaran 2026 nanti siswa yang masuk ke SD harus dari TK dan memiliki ijazah, bagaimana dengan orang tua yang tidak mampu? karena ada banyak siswa yang tidak dari TK.
“Bagaimana dengan orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya di TK? Pemerintah perlu memikirkan solusi agar semua anak tetap mendapat hak pendidikan dasar, tanpa diskriminasi ekonomi,” ujarnya penuh harap.
Dengan semangat pelayanan, kepemimpinan inklusif, dan komitmen untuk pendidikan yang merata, SD Negeri 85 Ambon terus melangkah maju, menjadi rumah belajar yang penuh harapan bagi generasi masa depan. (LD)











Komentar