MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026. Meskipun telah membuka dua rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas maksimal 28 siswa per rombel, hingga saat ini jumlah peserta didik baru yang mendaftar telah mencapai 43 siswa. Dengan demikian, sekolah masih membutuhkan 13 siswa lagi untuk memenuhi kuota ideal 56 siswa.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala sekolah SD Negeri 6 Ambon, Ramla La Gube, S.Pd.I, dalam sesi wawancara bersama awak media pada Senin (14/7/2025) siang.
“Kami tetap optimis dan tidak berkecil hati. Insya Allah masih akan ada tambahan pendaftar. Semua siswa yang sudah mendaftar juga telah tercatat di dalam sistem Dapodik,” ujar Ramla.
Terkait pelaksanaan kurikulum, SD Negeri 6 Ambon saat ini menggunakan Kurikulum Merdeka seperti yang diimplementasikan oleh banyak sekolah lain di Indonesia. Namun, pihak sekolah masih menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum nasional tahun ini.
“Untuk kurikulum, kami masih menyesuaikan. Meski belum ada juknis resmi, kami mengacu pada informasi yang diterima melalui TikTok dan website resmi terkait Kurikulum Nasional,” jelasnya.
Sekolah ini juga mulai memperkenalkan pembelajaran Deep Learning, yang menurut Kepala Sekolah bukanlah mata pelajaran baru, melainkan pengembangan dari materi sebelumnya dengan pendekatan yang lebih mendalam. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah.
“Banyak fasilitas yang rusak akibat cuaca, seperti plafon dan lantai yang retak. Kami berharap pemerintah dapat memberi perhatian lebih, terutama dalam membedakan kerusakan ringan yang menjadi tanggung jawab sekolah, dan kerusakan berat yang seharusnya ditangani oleh pemerintah,” tambah Ramla.
Di sisi prestasi, SD Negeri 6 Ambon patut berbangga. Tahun lalu, salah satu siswanya berhasil meraih medali emas dalam lomba olimpiade sains tingkat provinsi. Selain itu, meski belum berhasil meraih juara dalam O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional), para siswa sudah menunjukkan keberanian dan semangat berkompetisi.
“Anak-anak kami telah berani tampil dan berkompetisi. Ini menjadi motivasi untuk terus melakukan perubahan dan peningkatan ke depan,” katanya.
Saat ini, SD Negeri 6 Ambon memiliki 21 tenaga pendidik dan kependidikan secara keseluruhan. Namun, dua guru telah memasuki masa pensiun, sehingga sekolah mengalami kekurangan guru kelas. Tiga orang merupakan tenaga kependidikan (tendik).
“Kami sangat berharap adanya penambahan tenaga pendidik dari pemerintah untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh guru yang telah pensiun. Sementara ini, kami mengandalkan guru bidang studi untuk mengisi kekosongan tersebut,” pungkasnya.
Dengan semangat dan kerja keras, SD Negeri 6 Ambon berkomitmen untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan. (LD)








Komentar