MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 19 September 2025 – SD Kristen Nania Ambon bekerja sama dengan Yayasan Arika Mahina menggelar kegiatan edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang hak-hak mereka serta pentingnya mencegah tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SD Kristen Nania Ambon, “Pdt. Ficca Agrelce Rumaruson, S.Si. Teol., M.Si.”, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini memberikan dampak positif bagi para siswa dalam memahami bahwa mereka memiliki hak-hak yang perlu dihormati, sekaligus mendorong mereka untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak.
“Kami dari SD Kristen Nania mengucapkan terima kasih banyak kepada Yayasan Arika Mahina yang telah melaksanakan kegiatan yang sangat positif di sekolah kami, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai hak anak dan cara menghindari perundungan,” ungkap Pdt. Ficca.
Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan berbagai program lanjutan yang terintegrasi dalam kurikulum. Di antaranya adalah program “anti-bullying” dan “edukasi parenting” bagi orang tua siswa, agar terwujud sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, aman, dan sejahtera.
“Kami berharap sekolah menjadi ruang yang aman dan ramah anak, serta menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menciptakan generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu siswa kelas 6, “Jennifer Montonglayuk”, menyampaikan tanggapan positif atas kegiatan tersebut. Dengan lugas, ia mengatakan bahwa anak-anak di sekolah harus saling menghargai dan tidak saling membuli satu sama lain.
“Menurut Beta, bagus kalau katong anak-anak diajarkan untuk sembole (tidak boleh) membuli. Supaya sekolah itu jadi tempat yang damai, sembole baku terek (saling mengejek), dan supaya percaya diri. Yang besar sembole membuli yang kecil, yang kecil juga sembole membuli yang besar,” ujar Jennifer.
Jennifer juga berharap agar kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan dampak hingga ke lingkungan rumah dan masyarakat. Ia menambahkan pentingnya menjaga sikap sopan santun terhadap guru, teman, dan petugas kebersihan di sekolah.
“Biar dong (mereka) belajar percaya diri, terus buat sopan sama guru-guru dan teman-teman, termasuk Bapak Nus yang sapu sekolah. Kalau beliau sudah bersihkan, kita sembole buang sampah sembarangan,” tutup Jennifer.
Melalui kegiatan ini, SD Kristen Nania Ambon menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan mendukung pemenuhan hak-hak anak.(LD)










Komentar