oleh

SBSI Maluku Kibarkan Panji Perjuangan Pendidikan untuk Anak Buruh

MANGGUREBEMAJU.COM, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Provinsi Maluku kembali menunjukkan bahwa perjuangan buruh bukan hanya soal upah dan hak kerja, tapi juga soal masa depan.

Kini, SBSI Maluku membuka front baru: memperjuangkan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak buruh melalui jalur beasiswa di perguruan tinggi negeri.

Ketua SBSI Maluku, Dimas Luanmase dalam pertemuan semalam bersama KORWIL SBSI Provinsi Maluku serta Seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SBSI di kabupaten/kota turut juga menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar program sosial, tapi bagian dari gerakan besar untuk menciptakan keadilan sosial yang sesungguhnya.

“Kami tidak akan tinggal diam ketika anak-anak buruh yang cerdas dan berprestasi harus menghentikan langkahnya karena jerat kemiskinan. Pendidikan adalah hak, bukan kemewahan,” tegas Dimas.

Di tengah ketimpangan yang masih lebar, SBSI Maluku bergerak dengan strategi. Komunikasi intensif telah dijalin dengan pihak universitas negeri, Dinas Pendidikan, serta lembaga-lembaga pemerintah terkait. Tujuannya jelas: membuka kuota beasiswa khusus bagi anak-anak buruh agar mereka bisa menembus gerbang universitas tanpa dihantui biaya.

“Negara tidak boleh memunggungi anak-anak buruh. Kampus negeri harus menjadi medan yang setara, tempat anak petani, nelayan, buruh, dan siapa pun bisa menimba ilmu tanpa diskriminasi,” tambah Dimas dengan suara penuh semangat.

Gerakan ini tidak berdiri sendiri. Seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SBSI di kabupaten/kota turut terlibat aktif. Mereka telah mulai mendata anak-anak buruh berprestasi yang layak menerima dukungan pendidikan. Ini bukan sekadar angka, ini adalah generasi yang berhak mendapatkan peluang untuk mengubah nasib.

Dalam waktu bersamaan, SBSI juga terus membenahi struktur internal Korwil dan DPC di seluruh Maluku guna memperkuat konsolidasi dan pelayanan terhadap anggota. Upaya ini bagian dari strategi besar untuk memperluas gerakan advokasi, edukasi, serta pelayanan hukum dan sosial bagi pekerja di berbagai sektor.

SBSI Maluku menilai perjuangan pendidikan adalah langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan struktural yang selama ini membelenggu keluarga buruh.
Maka dari itu, SBSI juga menjalankan program “SBSI Goes to School”, sebuah gerakan akar rumput untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan dan kesadaran hak-hak buruh sejak dini.

“Anak-anak buruh tidak boleh diwarisi kemiskinan, tetapi harus diwarisi harapan. Melalui pendidikan, kita rebut masa depan yang lebih adil dan manusiawi. Pemerintah, kampus, dan semua pihak harus berdiri bersama kami dalam barisan ini,” pungkas Dimas.

SBSI Maluku yakin, langkah ini bukan sekadar mimpi. Ini adalah perjuangan nyata yang sedang dibangun, dengan semangat solidaritas dan keberpihakan.

Saatnya negara hadir bukan dengan janji, tetapi dengan kebijakan yang berpihak pada anak-anak kelas pekerja. (LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed