oleh

Rektor Baru UKIM Tegaskan Komitmen Bangun Kampus Berdampak dan Penguatan Digitalisasi

MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 27 November 2025, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) resmi melantik Rektor baru periode 2025–2029, “Pdt. Dr. Steve G. C. Gaspersz, M.A.”, dalam acara yang berlangsung di Aula UKIM, Kamis (27/11). Usai pelantikan, Rektor memberikan sejumlah pernyataan strategis mengenai arah pembangunan UKIM ke depan, termasuk penguatan digitalisasi, konsolidasi internal, dan pengembangan karakter kesarjanaan.

Kampus Berdampak: Bukan Sekadar Menara Gading

Dalam wawancara usai pelantikan, Rektor menegaskan bahwa konsep ‘kampus berdampak’ menjadi amanat penting dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading, tetapi harus memastikan ilmu pengetahuan dapat diimplementasikan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Perguruan tinggi harus menjadi wadah yang memberikan perspektif baru tentang bagaimana hidup di dalam masyarakat yang beragam. Kita melihat masyarakat rentan terhadap ketegangan-ketegangan berbasis identitas, dan di sinilah kampus memiliki peran penting membangun karakter masyarakat,” ujarnya.

Digitalisasi: Peluang Besar, Tantangan Nyata

Gaspersz menegaskan bahwa UKIM akan terus mendorong penguatan digitalisasi sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran modern.

“Kita hidup di era digital. Digitalisasi penting, tapi kita juga harus memahami dampak positif dan negatifnya. UKIM berkewajiban memberikan literasi digital, bukan hanya penggunaan teknologi, tetapi bagaimana menjadikan media digital sebagai sarana kebaikan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh tujuh fakultas di UKIM akan membahas secara komprehensif dampak digitalisasi ini dalam bidang ilmu masing-masing.

Langkah Strategis: Konsolidasi dan Penyusunan RENSTRA

Memasuki periode awal kepemimpinannya, Rektor menegaskan langkah pertama yang akan dilakukan ialah “konsolidasi internal” dengan membentuk jajaran pimpinan baru, termasuk wakil rektor dan kepala lembaga.

“Visi dan misi tidak bisa dijalankan sekaligus, harus bertahap. Ada target tahun pertama, tahun kedua, dan seterusnya,” katanya.

UKIM juga akan menyusun “Rencana Strategis (RENSTRA)” yang nantinya akan diuji secara publik, termasuk melibatkan media sebagai bentuk transparansi dan kontrol sosial.

Moratorium Pembukaan Prodi Baru

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan bahwa UKIM akan melakukan “moratorium pembukaan program studi baru”.

“Kita fokus dulu pada pengelolaan 18 prodi yang sudah ada. Kita tingkatkan akreditasi, kurikulum, kualitas dosen, tenaga kependidikan, dan infrastruktur. Jangan hanya euforia menambah prodi tapi tidak mampu mengelola,” tegasnya.

UKIM sebagai ‘Home of Scholarship’

Gaspersz menekankan bahwa UKIM harus menjadi “rumah kesarjanaan”, yaitu tempat yang tidak hanya melahirkan lulusan bergelar sarjana, tetapi juga memiliki karakter kesarjanaan yang dibutuhkan bangsa dan negara.

“UKIM tidak boleh hanya menjadi jagoan kandang. Kita harus membangun kolaborasi agar UKIM dikenal di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Peran media dinilai sangat penting dalam memperluas rekam jejak dan visibilitas UKIM di publik.

Dengan visi yang kuat dan langkah strategis yang terukur, kepemimpinan baru UKIM di bawah Pdt. Dr. Steve G.C. Gaspersz, M.A. diharapkan membawa kampus ini menuju transformasi yang lebih berdampak dan relevan di era digital. (LD).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *