MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 15 November 2025 — Komisaris PT Pertamina International Shipping (PIS) “DR. Michael Wattimena, S.E., S.H., M.M”, Menegaskan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Maluku, Maluku Utara, hingga Papua berada dalam kondisi aman menghadapi tiga momentum besar: “Natal, Tahun Baru, dan awal Ramadhan”. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja ke “Integrated Terminal (IT) Wayame Ambon”, Jumat (15/11).
Dalam penjelasannya, komisaris PIS memaparkan bahwa seluruh jenis produk BBM yang dikelola IT Wayame memiliki “cadangan lebih dari 10 hari”, sehingga masyarakat diminta tidak khawatir akan potensi kelangkaan selama puncak kebutuhan energi di akhir dan awal tahun.
Ia juga menyoroti adanya isu yang berkembang di masyarakat mengenai kualitas BBM.
“Melalui penjelasan Kepala Integrated Terminal Wayame, seluruh spesifikasi dan cadangan telah terverifikasi, dan stok berada pada level aman,” ujarnya.
Investigasi Kasus Tumpahan Minyak: Pertamina Pastikan Kapal Tidak Terlibat
Menanggapi pertanyaan mengenai insiden tumpahan minyak beberapa waktu lalu di kawasan teluk manajemen PIS menegaskan bahwa “Dinas Lingkungan Hidup” telah melakukan investigasi menyeluruh.
“Hasil pengecekan menunjukkan seluruh kapal Pertamina memiliki standar komunikasi dan prosedur operasi yang ketat. Saat investigasi berlangsung, tidak ada aktivitas pembuangan muatan maupun indikasi keterlibatan kapal Pertamina,” jelasnya.
Antisipasi Gelombang Tinggi dan Distribusi BBM di Maluku
Menjawab pertanyaan wartawan, “Novi Prasetyo”, Integrated Terminal Manager Wayame, menjelaskan bahwa Tantangan distribusi BBM di Maluku selalu terjadi pada periode “Desember–Februari”, saat gelombang tinggi menghambat kapal pengangkut.
Meski demikian, ia memastikan distribusi tetap terkendali.
“Kami rutin berkoordinasi dengan pusat terkait jadwal kapal. Jika terjadi gangguan cuaca ekstrem, terminal lain seperti Masohi dapat menjadi suplai alternatif. Selama saya bertugas, pelayanan di Ambon tidak pernah terhenti,” ujarnya.
Mitigasi Dampak Isu Global dan Peran Pertamina dalam Stabilitas Harga
Menanggapi kekhawatiran soal efek perang dan gejolak global terhadap suplai energi, Novy menegaskan bahwa distribusi BBM di Indonesia tetap aman.
“Kondisi global memang berpengaruh, tetapi hingga saat ini suplai nasional terjamin karena dukungan pemerintah dan mitigasi rantai pasok,” katanya.
Pertamina juga menjelaskan perannya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama melalui program “BBM Satu Harga”.
“Kebijakan ini memastikan masyarakat di daerah terpencil sekalipun mendapatkan harga yang sama. Ini bagian dari kontribusi kami mengendalikan inflasi daerah,” tambahnya.
BBM Tertentu Diimpor dari Singapura dan Malaysia
Pertamina menegaskan bahwa untuk wilayah Maluku, BBM jenis Pertalite dan Pertamax masih diimpor dari Singapura dan Malaysia, sementara produk lainnya berasal dari kilang dalam negeri.
“Cadangan Pertalite dan Pertamax untuk Maluku sangat mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas komisaris PIS.
Penimbunan Minyak Tanah Akan Ditindak
Menjawab isu penimbunan minyak tanah oleh oknum tertentu menjelang Nataru (natal & tahun baru), Pertamina menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah kota dan aparat terkait.
“Pengawasan di agen-agen akan diperketat. Kami memastikan suplai minyak tanah tetap sesuai kebutuhan dan tidak disalahgunakan,” tutup Novy.(LD)








Komentar