oleh

Pemerintah Kota Ambon Siap Bangun Kembali Rumah Warga Hunuth yang Terbakar, Raja Hunuth Desak Penegakan Hukum Tegas

MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 29 Agustus 2025 – Asap pekat telah sirna dari langit Negeri Hunuth, namun luka yang ditinggalkan kebakaran hebat pada 19 Agustus lalu masih membekas di hati warga. Di tengah duka yang belum sepenuhnya reda, secercah harapan muncul dari perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Ambon yang siap memulai pembangunan kembali rumah-rumah warga yang hangus dilalap api.

Raja Negeri Hunuth “Yondry Kappuw”, dalam keterangannya kepada awak media, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kota Ambon, khususnya kepada Wali Kota, yang telah menunjukkan empati dan aksi nyata bagi warganya.

“Bagi kami, ini bukan hanya soal bangunan yang dibangun kembali. Ini tentang harapan, tentang rasa kemanusiaan. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Senin nanti, rumah-rumah yang terbakar mulai dibangun kembali,” tutur bapak Raja.

Ia menjelaskan, bersama pihak TNI dan Dinas PRKIM, langkah-langkah teknis pembangunan telah dirancang dengan matang. Delapan keluarga yang masih tinggal di pengungsian pun direncanakan akan segera dipulangkan ke Hunuth akhir pekan ini, agar mereka juga bisa kembali menata hidup dan ikut dalam proses pemulihan.

Membangun Bukan Hanya Rumah, Tapi Rasa Aman

Lebih dari sekadar membangun rumah, Raja Hunuth juga menekankan pentingnya membangun rasa aman. Ia menyampaikan rencana pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan seperti ronda malam di tingkat RT dan RW.

“Kita harus kembali kuatkan siskamling, agar bisa menjaga lingkungan kita dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Kami tidak ingin tragedi serupa kembali terulang,” ucapnya penuh harap.

Bantuan untuk yang Benar-Benar Membutuhkan

Soal bantuan, Raja Hunuth menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, dan distribusi akan terus dilakukan secara bertahap. Bantuan datang dari berbagai pihak, dari posko bencana, langsung ke pengungsi, hingga dari gereja dan organisasi kemasyarakatan. Namun, ia menegaskan bahwa yang diprioritaskan adalah warga yang rumahnya terbakar habis.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu kami masyarakat negeri Hunuth, dan bantuan ini akan kami salurkan buat warga yang rumahnya rata dengan tanah, mereka yang harus dibantu dulu. Baru kemudian yang rumahnya rusak berat, sedang, dan ringan,” jelasnya.

Empat Kali Luka, Tak Pernah Ada Pelaku

Dengan nada sedih Raja Hunuth menyampaikan kekhawatirannya soal keamanan perbatasan antara Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah. Ia mengaku bahwa selama masa jabatannya, sudah empat kali kerusuhan besar terjadi, dan dalam setiap kejadian, pelakunya tak pernah ditangkap.

“Kami sudah berusaha menjaga kedamaian. Tapi luka ini selalu datang dari luar. Dari saudara-saudara kami di Maluku Tengah. Ini bukan tuduhan, tapi kenyataan yang tak bisa kami pungkiri, ungkapnya.

Ia menuntut adanya penegakan hukum yang tegas, serta peran aktif kepolisian dan intelijen untuk menelusuri provokator di balik kerusuhan yang terus berulang. Menurutnya, masyarakat Hunuth selalu kooperatif jika terbukti salah, namun tidak ingin terus-menerus menjadi korban dari tindakan main hakim sendiri.

Seruan Damai dan Edukasi untuk Hidup Berdampingan

Di akhir pernyataannya, Raja Hunuth menyampaikan seruan damai. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, untuk memberikan edukasi kepada warganya tentang pentingnya membangun kehidupan yang harmonis dan saling menghargai.

“Sudah cukup. Kita bukan musuh. Warga kami dan warga Maluku Tengah banyak yang saling bergantung, baik dalam perdagangan, transportasi, dan kehidupan sehari-hari. Jangan biarkan provokator memecah kita,” tegasnya.

Kini, Negeri Hunuth tidak hanya membangun kembali rumah-rumah yang hangus, tapi juga berjuang membangun kepercayaan, keamanan, dan rasa persaudaraan. Sebab luka yang dalam hanya bisa sembuh bila kita saling mengulurkan tangan, bukan saling menyalahkan. (LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *