MM.COM, Ambon, 30 April 2026 – Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangaji Ambon kembali mencatat momentum penting dalam perjalanan kelembagaannya melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator dan pengawas. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Rektorat lantai II UIN Abdul Muthalib Sangaji Ambon ini dipimpin langsung oleh Rektor, Dr. Abidin Wakano M.Ag.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola institusi serta peningkatan kualitas pelayanan akademik dan administrasi di lingkungan kampus. Dalam suasana penuh haru dan tanggung jawab, sejumlah pejabat resmi dilantik untuk mengemban amanah baru.
Beberapa nama yang dilantik pada kesempatan tersebut antara lain:
Husen Rumain, S.Sos.I., M.Pd.I Diberhentikan dengan hormat dari jabatan sebelumnya sebagai Arsiparis Ahli Muda pada Lembaga Penjamin Mutu, kemudian diangkat dan dilantik sebagai Kepala Bagian Akademik dan Biro Umum (Akademik, Keuangan, dan Umum) UIN Amsa Ambon.
Nur Tunny, S.Ag. Diberhentikan dengan hormat dari jabatan sebagai Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda di Fakultas Syariah, dan selanjutnya diangkat sebagai Kepala Bagian Umum Fakultas Syariah.
Facrul Pattilouw, S.IP., M.A.Hum Diberhentikan dengan hormat dari jabatan Kepala Sub Bagian di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, lalu diangkat sebagai Kepala Sub Bagian Umum Fakultas Komunikasi, Data Sains, dan Informatika.
Acara pelantikan turut dihadiri oleh para dekan, ketua jurusan, serta pejabat struktural lainnya di lingkungan UIN Amsa Ambon, menandakan kuatnya dukungan institusional terhadap transformasi birokrasi kampus.
Sambutan Rektor: Jabatan adalah Amanah, Bukan Kekuasaan
Dalam sambutannya, Rektor Abidin Wakano menyampaikan pesan mendalam yang menggugah nilai-nilai kepemimpinan dalam dunia pendidikan.
Ia menegaskan bahwa jabatan bukanlah sekadar posisi struktural, melainkan titipan dari Allah SWT yang harus dimaknai sebagai amanah besar. Seorang pemimpin sejati, menurutnya, bukanlah yang ingin dilayani, tetapi yang hadir untuk melayani.
“Jabatan itu adalah amanah. Pemimpin yang sesungguhnya adalah mereka yang melayani, bukan dilayani. Setiap pejabat pasti akan menghadapi ujian, dan itu adalah takdir yang harus diterima dengan kesiapan untuk belajar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa tantangan dalam jabatan tidak boleh dihindari, melainkan harus dihadapi dengan kebijaksanaan, keteguhan, dan semangat belajar. Tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan selama dihadapi dengan hati yang bersih dan pemikiran yang positif.
Pesan Rektor tersebut menjadi refleksi kuat bagi seluruh pejabat yang dilantik untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas dan dedikasi. Ia juga menekankan pentingnya memaknai setiap jabatan sebagai ruang pengabdian dan pengembangan diri demi kemajuan institusi.
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis dalam membangun tata kelola universitas yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik di bidang pendidikan.
Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang membumi, UIN Abdul Muthalib Sangaji Ambon diharapkan terus berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman. (*














Komentar