oleh

Optimalisasi Penerimaan Siswa Baru dan Kesiapan Sekolah SMP Kusu-kusu Sereh dalam Menyambut Tahun Ajaran Baru. Ini Penjelasan Kepsek

MANGGUREBEMAJU.COM, Jumat 11 Juli 2025, wawancara exclusif media manggurebemaju.com bersama Kepala sekolah SMP kusu kusu sereh Jun Samson S.Th, M.,Si. di ruang kerjanya dalam penjelasannya beliau mengatakan. “Lewat pertemuan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan kebijakan terkait sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Berdasarkan laporan yang telah disampaikan ke Dinas, sekolah kami memperoleh alokasi satu rombongan belajar (rombel) untuk kelas VII, dengan kapasitas 32 siswa sesuai ketentuan untuk jenjang SMP,” tandasnya.

Namun hingga saat ini, jumlah siswa yang telah mendaftar sebanyak 30 calon siswa, sehingga masih terdapat kekurangan 2 orang calon siswa.

Penerimaan siswa baru di sekolah tersebut masih dilakukan secara manual meskipun Dinas telah mengarahkan untuk menggunakan sistem berbasis Google Form. Namun, atas kesepakatan internal, mereka tetap menggunakan metode manual yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi dan situasi di lingkungan sekolah.

Saat ini, sekolah tersebut menurut beliau memiliki total 4 rombel, masing-masing satu rombel untuk kelas VII dan VIII, serta dua rombel untuk kelas IX. Jumlah guru yang tersedia sebanyak 17 orang, yang masing-masing mengampu mata pelajaran sesuai kebutuhan sekolah.

Namun mereka juga menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur. Bangunan sekolah mengalami kerusakan terutama di bagian atap, yang berdampak pada plafon di empat ruang kelas dua di lantai bawah, dan dua di lantai atas, serta di ruang perpustakaan.

Kepsek mengatakan mereka telah mendapatkan informasi bahwa pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan survei langsung ke lokasi.

Sayangnya, saat kunjungan tersebut beliau selaku kepala sekolah sedang tidak berada di tempat, dan kunjungan diterima oleh wakil kepala sekolah. Hingga saat ini, pihak sekolah masih menunggu kepastian realisasi bantuan tersebut, yang rencananya akan direalisasikan pada tahun 2025.

Dari sisi kurikulum, sekolah SMP kusu-kusu sereh tetap menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar dengan pendekatan deep learning. Mengingat sekolah tersebut berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Kristen (YPPK) Sitanala, dan termasuk dalam cabang Pulau Ambon, maka koordinasi juga dilakukan dengan pihak klasis.

Sebagai bentuk persiapan menghadapi tahun ajaran baru, klasis telah menyelenggarakan workshop mengenai penerapan pendekatan deep learning. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi para guru agar proses pembelajaran ke depan dapat berlangsung dengan efektif dan menyenangkan.

“Sebagai kepala sekolah, saya berharap kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dapat berjalan lancar dan sesuai harapan, khususnya sebagaimana yang diharapkan oleh Dinas Pendidikan” ungkapnya.

Dengan pendekatan Kurikulum Merdeka Belajar dan deep learning, mereka berkomitmen menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menggembirakan, agar peserta didik merasa betah dan nyaman di sekolah.  (LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *