MM.COM, AMBON, – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menggelar upacara parade dan pembinaan tradisi dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini digelar di lapangan Tahapary Polda Maluku Tantui Ambon, pada Rabu (1/7/2026) pagi.
Dengan mengusung tema nasional “Polri untuk Masyarakat”, momentum delapan dekade pengabdian ini menjadi ajang refleksi sekaligus penegasan komitmen Polda Maluku dalam menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di bumi “Kalwedo”.
Penganugerahan Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden RI.
Salah satu momen sakral dalam upacara ini adalah penganugerahan Tanda Kehormatan “Bintang Bhayangkara Nararya” berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37/TK/Tahun 2026 yang ditandatangani oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 29 Juni 2026.
Penyematan tanda kehormatan dilakukan langsung oleh Inspektur Upacara kepada tiga personel Polda Maluku yang dinilai berjasa besar, memiliki keberanian, kebijaksanaan, dan ketabahan luar biasa melampaui panggilan tugas tanpa cacat, yaitu:
1. “Kompol La Udin Taher, S.I.P.” (NRP 69010382) – Ka SPKT Polda Maluku.
2. “AKP Octovianus Sudiman Biring” (NRP 74100012) – Kasubbagrenmin Ditlantas Polda Maluku.
3. “Aipda Hamdan Umasugi, S.Hi.” (NRP 78040551) – PS Pamin Urmintu Subbagrenmin Biro SDM Polda Maluku.
Amanat Kapolda: Keamanan Kondusif Maluku adalah Hasil Sinergitas.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolda Maluku “Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.”, dalam amanatnya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat dan “stakeholders” di Maluku.
“Stabilitas keamanan yang kondusif dan terjaga di Maluku mustahil terwujud jika Polri berjalan sendiri. Capaian ini tidak lepas dari kuatnya sinergitas dan ikatan kerja sama antara Pemerintah Daerah, TNI, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan insan pers,” ujar Irjen Pol. Dadang Hartanto.
Kapolda juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polda Maluku—mulai dari perwira, bintara, tamtama, hingga ASN—yang telah bertugas dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan integritas tinggi, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar dan wilayah terdepan Maluku.
Refleksi 80 Tahun: “Maluku Harus Bikin Bae, Basudara Harus Bikin Bae”.
Memasuki usia ke-80 tahun, Kapolda Maluku mengakui bahwa tuntutan dan harapan masyarakat terhadap Polri semakin tinggi. Ia menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ini menjadi momentum emas untuk terus membenahi diri, memperkuat kualitas pelayanan publik, dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Di akhir amanatnya, Irjen Pol. Dadang Hartanto membakar semangat seluruh jajarannya dengan menggaungkan falsafah lokal Maluku yang menyentuh hati.
“Maluku harus bikin bae, basudara harus bikin bae!” Sesuai dengan semangat kita, mari kita jadikan coretan sejarah pengabdian 8 dekade ini sebagai penyemangat untuk bekerja lebih nyata, responsif, dan melayani masyarakat dengan hati,” tegasnya.
Upacara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, di antaranya Gubernur Maluku beserta Ibu, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Danlantamal IX Ambon, Danlanud Pattimura, Kabinda Maluku, Kajati Maluku, Ketua Pengadilan Tinggi Ambon, Kepala BNN Maluku, para rektor, tokoh adat (Raja-Raja Maluku), serta pimpinan perbankan dan media massa.
Upacara berjalan dengan tertib dan dipimpin oleh Komandan Upacara “AKBP Tommy Bambang Souissa, S.I.K.”
“Selamat Hari Bhayangkara ke-80, Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia! Polri Presisi untuk Indonesia Maju.”(LD)









Komentar