MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 6 Agustus 2025 — Di tengah senja yang sejuk di Kota Ambon, semangat persatuan dan cinta tanah air berkobar hangat dari halaman Polsek Nusaniwe. Kapolsek Nusaniwe, AKP Johan Anakotta, bersama Wakapolsek IPDA Y. Masbaitubun, S.Sos, menyambut hangat anak-anak asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Ambon dalam sebuah pertemuan penuh makna, Selasa (5/8).
Anak-anak yang hadir ini merupakan bagian dari sekitar 35 siswa yang diasuh oleh “Yayasan Maria Mediatriks”yang berlokasi di Lorong Coker, Kelurahan Kudamati. Yayasan tersebut menaungi anak-anak dari Papua, Nusa Tenggara Timur, Buru, dan Ambon sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan generasi muda dari wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.
Dalam suasana penuh keakraban, Kapolsek dan Waka Polsek menyampaikan pesan-pesan inspiratif kepada para siswa agar tidak pernah berhenti bermimpi, terus belajar dengan tekun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
“Jangan pernah ragu untuk bercita-cita tinggi. Polisi, tentara, bupati, bahkan gubernur, semua itu mungkin jika kalian tekun dan cinta Indonesia,” ujar AKP Johan Anakotta dengan semangat.
Semangat Cinta Tanah Air.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk nyata hadirnya negara melalui aparat kepolisian untuk merangkul generasi muda Papua dan kawasan timur lainnya. Dalam momen tersebut, ditekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“NKRI adalah harga mati. Tidak ada tempat untuk perpecahan di negeri ini. Kalian adalah masa depan Indonesia yang akan membawa perubahan besar,” tegas IPDA Masbaitubun.
Anak-anak terlihat sangat antusias. Mata mereka berbinar ketika ditanya soal cita-cita. Ada yang ingin menjadi polisi, tentara, bupati, bahkan gubernur. Kebanggaan sebagai anak bangsa terpancar jelas dari wajah-wajah muda yang penuh harapan itu.
Menanam Asa, Menuai Masa Depan.
Kapolsek Nusaniwe juga mengapresiasi peran Yayasan Maria Mediatriks yang telah menjadi garda depan dalam membina dan merawat semangat belajar anak-anak dari berbagai latar belakang. Sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan dinilai sebagai fondasi kuat dalam menjaga harmoni sosial dan membangun masa depan bangsa yang inklusif.
Pertemuan berjalan aman dan lancar tanpa ada kejadian menonjol. Namun, yang paling menonjol adalah getaran semangat perjuangan dari anak-anak bangsa yang tengah berjuang meraih cita dan masa depan di tengah keterbatasan.
“Hari ini kita tanamkan harapan. Esok, mereka akan tumbuhkan perubahan.”. (*








Komentar