MANGGUREBEMAJU.COM, Langgur, Maluku Tenggara — Aktivis muda Maluku, M. Saleh Keluan, yang juga dikenal sebagai mantan Ketua Umum HMI Komisariat Ushuluddin dan Dakwah IAIN Ambon periode 2016–2017, memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Kabupaten Maluku Tenggara atas langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi pariwisata daerah melalui penyelenggaraan Festival Pesona Meti Kei.
Menurut Keluan, festival ini bukan sekadar pesta budaya, melainkan momentum bersejarah yang memperkuat identitas dan daya tarik Maluku di mata dunia.
> “Festival Pesona Meti Kei adalah bukti nyata bagaimana budaya, alam, dan masyarakat berpadu dalam harmoni. Ini bukan hanya promosi wisata, tapi juga warisan moral dan spiritual bagi generasi muda Maluku,” ungkap M. Saleh Keluan.
Festival Pesona Meti Kei menampilkan keindahan fenomena alam unik, di mana air laut surut secara ekstrem sehingga menyingkap hamparan pasir putih yang menghubungkan pulau-pulau di Kepulauan Kei. Fenomena ini kemudian menjadi latar bagi berbagai kegiatan bernuansa budaya dan tradisi lokal yang memikat.
Beberapa kegiatan utama yang menjadi daya tarik festival antara lain:
Karnaval Budaya: Menampilkan keanekaragaman budaya masyarakat Kei melalui tarian, musik, dan busana tradisional yang sarat makna.
Tangkap Ikan Tradisional: Kegiatan menangkap ikan secara tradisional yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat pesisir Kei.
Penampilan Budaya dan Tarian Kolosal: Pertunjukan yang menggambarkan kekayaan budaya dan semangat gotong royong masyarakat Maluku Tenggara.
Bupati Maluku Tenggara berharap festival ini dapat menjadi sarana peningkatan ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap warisan budaya Kei.
Apresiasi dari M. Saleh Keluan ini mempertegas bahwa langkah pemerintah daerah patut dijadikan contoh bagi kabupaten lain di Maluku.
> “Ketika budaya dijaga dan alam dihormati, pariwisata akan tumbuh dengan sendirinya. Inilah semangat pembangunan yang berakar pada kearifan lokal,” tutupnya.
Dengan semangat tersebut, Festival Pesona Meti Kei bukan hanya menjadi agenda tahunan, melainkan simbol kebangkitan pariwisata Maluku yang berlandaskan cinta budaya dan alam yang lestari. (*














Komentar