MM.COM, Ambon — Dewan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) melalui Bidang Kaderisasi dan Ideologi menegaskan komitmennya dalam memperkuat ideologi dan kepemimpinan kader muda melalui pelaksanaan “Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD)” yang digelar di “Gedung Vlisingen, Pemerintah Kota Ambon”, pada “10–12 Februari 2026”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sistem kaderisasi berjenjang GMNI yang dimulai dari “Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB)”, dilanjutkan KTD untuk mencetak kader muda, kemudian “Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM)”, hingga Kaderisasi Tingkat Pelopor sebagai jenjang tertinggi.
Ketu DPP GMNI Bidang Kaderisasi dan Ideologi, “Bayu Andara Saputra, S.H.”, dalam keterangannya kepada awak media menjelaskan bahwa KTD menjadi fase krusial dalam proses pembentukan kader ideologis GMNI.
“Kaderisasi tingkat dasar ini adalah ajang penggodokan awal. Di sinilah kader dipersiapkan secara ideologis, kepemimpinan, dan organisatoris agar mampu menjadi kader muda GMNI yang militan dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Bayu menambahkan, KTD bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses “indoktrinasi ideologi organisasi”, khususnya ajaran “Bung Karno, Marhaenisme, dan nilai-nilai Pancasila”.
Selain penguatan ideologi, peserta juga dibekali materi kepemimpinan, manajemen organisasi, serta tata kelola kelembagaan, sebagai bekal dalam menjalankan peran kader di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“GMNI menyiapkan kader tidak hanya sebagai aktivis kampus, tetapi juga sebagai calon pemimpin yang mampu mengorganisir, mengedukasi, dan mengajak mahasiswa lain untuk bergabung dan berjuang bersama GMNI,” jelasnya.
Untuk menjamin kualitas materi, DPP GMNI melibatkan narasumber yang kompeten dan sesuai bidangnya, mulai dari senior GMNI, unsur akademisi, hingga stakeholder pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif.
Kegiatan KTD GMNI Ambon diikuti oleh delegasi dari berbagai cabang GMNI se-Maluku. Dari total “11 kabupaten/kota”, sekitar 70 persen cabang mengirimkan delegasi, dengan prioritas utama kader-kader dari Kota Ambon sebagai tuan rumah.
Jumlah peserta dibatasi maksimal 40 orang guna menjaga efektivitas dan kondusivitas proses kaderisasi.
“Kuota memang kami batasi agar proses kaderisasi berjalan optimal dan materi benar-benar terserap dengan baik oleh peserta,” kata Bayu.
Terkait pendanaan, Bayu menyebutkan bahwa kegiatan ini didukung melalui dana hibah Pemerintah Kota Ambon, serta iuran dan urunan para senior GMNI.
Ke depan, DPP GMNI menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya kader dan kemandirian ekonomi kader. Hal tersebut difasilitasi melalui “Yayasan Pengkaderan SDM GMNI” yang telah diluncurkan pada 15 Januari 2026.
“Kami mendesain GMNI sebagai laboratorium kader. Kampus dan masyarakat menjadi ruang aktualisasi kader, baik sebagai identitas kemahasiswaan maupun tanggung jawab moral dan ideologis organisasi,” pungkasnya.
Pelaksanaan KTD ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda GMNI yang berintegritas, berideologi kuat, serta siap mengawal perjuangan organisasi di kampus dan tengah masyarakat.(LD)








Komentar