MM COM, Ambon 22 Juli 2026 – Koalisi Pemuda Muslim Maluku menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pusat Bank Maluku Malut untuk menyuarakan tuntutan terkait dugaan kasus asusila yang menyeret nama Komisaris Bank Maluku Malut, Michael Papilaya.
Aksi berlangsung selama beberapa jam dengan menyampaikan berbagai tuntutan di depan kantor pusat Bank Maluku Malut. Massa aksi mengaku kecewa karena komisaris yang dimaksud maupun jajaran pimpinan Bank Maluku Malut tidak menemui para demonstran untuk memberikan penjelasan.
Koordinator Aksi, Faruk Husein, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap pihak Bank Maluku Malut yang dinilai tidak memberikan respons atas aspirasi yang disampaikan massa.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan meminta adanya penjelasan. Namun hingga aksi berakhir tidak ada satu pun pihak yang menemui massa aksi,” ujar Faruk dalam orasinya.
Faruk juga mendesak Gubernur Maluku agar segera mengevaluasi dan mencopot Michael Papilaya dari jabatannya sebagai Komisaris Bank Maluku Malut apabila dugaan yang berkembang terbukti benar. Menurutnya, pejabat publik harus menjaga integritas, etika, dan moral karena mengemban amanah masyarakat.
Selain itu, Koalisi Pemuda Muslim Maluku menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan dalam skala yang lebih besar. Rencana aksi tersebut akan menyasar Kantor Pusat Bank Maluku Malut, Kantor Gubernur Maluku, serta Kantor DPRD Provinsi Maluku sebagai bentuk desakan agar tuntutan mereka mendapat perhatian.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Michael Papilaya maupun pihak Bank Maluku Malut terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait sesuai prinsip pemberitaan yang berimbang. (*









Komentar