oleh

KNPI SBB Soroti Gagalnya MIP, Desak Transparansi Pemprov Maluku dan Tolak Aksi Anarkis.

MM.COM, Ambon, 4 Maret 2026 — Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyoroti gagalnya rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) di wilayah SBB. Hal itu mengemuka dalam Dialog Pemuda SBB yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Media Kafe Graha Ambon Ekspres, Kota Ambon, Rabu (4/3/2026).

Dialog tersebut menghadirkan perwakilan Pemerintah Kabupaten SBB serta juru bicara Pemerintah Provinsi Maluku, guna memberikan klarifikasi terkait pemindahan lokasi proyek strategis nasional tersebut.

Ketua DPD KNPI SBB, “M. Fahrul Kaisupy”, usai kegiatan menegaskan bahwa forum tersebut digelar untuk meredam potensi konflik sosial sekaligus menyatukan persepsi di kalangan pemuda.

“Kita tidak ingin ada benturan di masyarakat, baik antara masyarakat dengan pemerintah maupun antar pemerintah daerah. Semua harus dibicarakan secara proporsional dan tuntas,” ujar Fahrul kepada awak media.

Ia menjelaskan, KNPI SBB secara terbuka mengundang Bupati SBB yang kemudian diwakili oleh Sekretaris Daerah, serta meminta klarifikasi dari juru bicara Pemerintah Provinsi Maluku terkait alasan pemindahan MIP. Langkah itu dilakukan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan sosial.

Menurutnya, isu pemindahan MIP telah memicu keresahan di tengah masyarakat SBB. Bahkan muncul wacana aksi-aksi protes seperti penutupan jalan. Namun KNPI SBB menegaskan tidak merekomendasikan langkah-langkah yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Kita tidak mendukung aksi-aksi yang merugikan masyarakat. Yang kita dorong adalah dialog terbuka dan transparansi. Pemerintah Provinsi Maluku harus terbuka, begitu juga Pemda SBB harus menjelaskan kesiapan mereka sampai di mana,” tegasnya.

Hasil dari dialog tersebut, lanjut Fahrul, akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi resmi yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten SBB maupun Pemerintah Provinsi Maluku. Rekomendasi itu diharapkan menjadi dasar evaluasi dan konsolidasi arah pembangunan di Maluku ke depan.

Selain itu, KNPI SBB juga tengah mempersiapkan Silaturahmi Akbar Pemuda Saka Mese Nusa yang akan digelar di Piru dalam waktu dekat. Agenda tersebut menjadi bagian dari konsolidasi besar pemuda SBB di Kota Ambon untuk menyatukan persepsi sebelum turun ke lapangan.

“Kita masih dalam tahap konsolidasi karena latar belakang teman-teman pemuda beragam. Perlu sinkronisasi agar langkah kita tetap satu arah, yakni menjaga stabilitas daerah dan mengawal pembangunan secara konstruktif,” tambahnya.

Dialog Pemuda SBB ini menjadi penegasan bahwa kalangan pemuda memilih jalur komunikasi dan advokasi formal dalam menyikapi dinamika pembangunan, sekaligus mendesak adanya kajian yang transparan agar kebijakan strategis tidak menimbulkan kegaduhan sosial di tengah masyarakat Maluku.(LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *