Manggurebemaju.com, Bung ‘RHR’ Generasi Maluku yang berasal dari negeri Tehoru (Seram Raya, Malteng) atau di sapa dengan Ketua Tim Relawan ‘SAPALEWA’ Provinsi Maluku mengajak seluruh tim simpatisan LAWAMENA agar tetap merangkul satu dengan yang lain agar kiranya membentuk karakter masyarakat Maluku yang baik membantu mensukseskan Visi Misi HL-AV Par Maluku Pung Bae Tampa Bakalai Antar Suku, Antar Agama maupun Perbedaan-perbedaan lain lainnya. sesunguhnya kedamaian itu adalah Solusi perubahan suatu negeri yang mampu menciptakan perubahan besar untuk Maluku tetap bersaing dengan provinsi provinsi lainnya.
Mumentum Politik pemilihan Kepala Daerah telah usai, Hendrik Lewerissa dan Abdulah Vanath dengan jargon ‘LAWAMENA’ sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku terpilih. Soal Tim 2M dan Tim JAR AMK yang melakukan langkah-langkah silaturahmi dan foto bersama dengan HL-AV bukanlah sesuatu yang tidak harus tetapi sebagai Kepala Daerah Gubernur terpilih wajib hukumnya menerima siapa saja yang bersilaturahmi demi Maluku Pung Bae.
Selain itu kata Ketua, Lawamena ini mengingatkan kepada Tim Simpatisan LAWAMENA untuk jangan menaruh dendam yang lebih kepada tim simpatisan yang kalah berjuang bersama kandidat kandidat lainnya dan cukup kita ingatkan kepada mereka yang telah gagal memenangkan kandidat mereka hanya dengan satu kata BUDAYAKAN ‘RASA MALU’ ITU PENTING BOS.
Pada dasarnya Ketua Relawan SAPALEWA ini memiliki ikhtiar baik kepada seluruh tim simpatisan LAWAMENA di 11 Kabupaten kota agar tetap rendah hati, tetap syukuri hasil kerja keras tanpa di bayar dengan apapun dan pada akhirnya, kerja keras tim simpatisan membuktikan kepada HL-AV bahwa Kami berjuang dengan hati Tanpa paksaan dari pihak manapun,”terangnya.
Harapan Ketua Tim Relawan SAPALEWA Provinsi Maluku, Semoga niat baik pa HL dan Pa AV tidak akan Mengecewaakan Tim Sempatisan LAWAMENA di 11 Kabupaten Kota, yakin sungguh bahwa harapan besar masyarakat Maluku adalah Maluku yang maju Maluku yang sejahtera dan Maluku yang jauh dari dendam Pemerintah terhadap masyarakat.
Kedepan, Menjadi masyarakat Maluku yang baik sesungguhnya kita hidup dengan Kedamaian, kita hidup dengan cinta kasih dan menjadi masyarakat Maluku yang bijak adalah budayakan malu dan membantu menjaga perbedaan agama dan suku ras yang baik sebagaimana Maluku di kenal sebagai Laboratorium Dunia. “Katong Satu Darah, Katong Basudara, Katong Satu Par Maluku Pung Bae,” tutup RHR. (*








Komentar