MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 16 Agustus 2025 – Menyongsong Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku menyelenggarakan Lomba Seni Budaya Islam Kompetisi Hadrah tingkat provinsi. Acara ini resmi dibuka oleh Kanwil Kemenag Maluku dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan.

Dalam kompetisi yang berlangsung di Kantor Kemenag Maluku tersebut, empat regu hadrah tampil memperebutkan juara pertama yang nantinya akan mewakili Maluku pada ajang tingkat nasional. Meski begitu, seluruh peserta dipastikan akan memperoleh hadiah berupa uang tunai sesuai dengan peringkat juara yang diraih.
Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa lomba hadrah ini bukan sekadar ajang hiburan atau perlombaan semata, melainkan juga upaya menjaga, melestarikan, dan mengembangkan tradisi Islam yang sarat dengan nilai-nilai religius. “Hadrah bukan hanya seni, tetapi juga mengandung syair-syair Islam yang harus kita jaga agar tidak hilang atau musnah di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.
Beliau juga memberikan penekanan khusus kepada panitia lomba agar hadiah yang diberikan kepada para peserta jangan sampai dipotong atau dikurangi. “Hadiah adalah hak penuh peserta. Jangan ada pemotongan dalam bentuk apa pun,” ujar Kakanwil dengan tegas.
Selain lomba hadrah, acara juga diramaikan dengan penampilan seni joget yang turut disaksikan langsung oleh Kakanwil dan para undangan. Suasana penuh keakraban ini menambah semarak kegiatan menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke-80.
Kakanwil menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa terus digelar dengan lebih meriah di masa-masa mendatang. “Momentum 17 Agustus bukan hanya perayaan, melainkan juga sarana untuk mengingat kembali jasa para pejuang yang telah gugur demi tegaknya kemerdekaan Indonesia,” pungkasnya.

Dengan penuh semangat kebersamaan dan kecintaan pada budaya serta agama, Lomba Seni Budaya Islam Hadrah 2025 di Maluku menjadi bukti nyata bahwa kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui upacara, tetapi juga melalui pelestarian nilai-nilai luhur bangsa dan agama. (*













Komentar