MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Abdul Aziz Kataloka Ambon menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Sarjana ke-IX Tahun 2025, Sabtu (20/12/2025), bertempat di Hotel Santika Ambon. Sebanyak 52 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai lulusan Sarjana Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan yayasan, senat perguruan tinggi, dosen, orang tua wisudawan, hingga perwakilan pemerintah daerah dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Maluku–Maluku Utara.
Dalam sambutan Ketua “Yayasan Tura Bail Goran Riun” yang diwakili oleh Sekretaris Yayasan “Zainal A. Sandia”, ditegaskan bahwa dunia pendidikan tinggi saat ini menghadapi tantangan serius akibat percepatan transformasi digital, mulai dari e-learning, e-modul, e-seminar, hingga perkembangan Neuro Artificial Intelligence, Artificial General Intelligence (AGI), dan Artificial Super Intelligence (ASI).
“Tantangan ini merupakan tuntunan sejarah yang memaksa perguruan tinggi di daerah kepulauan seperti Maluku untuk beradaptasi dan mensejajarkan diri dengan perguruan tinggi yang telah lebih maju, agar tidak tertinggal dan ditinggalkan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti persoalan keterbatasan dan pengurangan anggaran pendidikan tinggi di wilayah kepulauan, termasuk penurunan anggaran LLDIKTI Wilayah XII selama tiga tahun terakhir, yang dinilai dapat berdampak pada kualitas pendidikan jika tidak direspons dengan kebijakan afirmatif yang kuat.
Lebih lanjut, Yayasan mendorong terbangunnya relasi kolaboratif antara perguruan tinggi negeri dan swasta di Maluku guna memperkuat pemajuan pendidikan berbasis konteks kepulauan. Kampus, menurutnya, harus tetap berpijak pada Tridharma Perguruan Tinggi dengan kerja-kerja inovatif dan luar kebiasaan (out of the box) untuk menjadi center of excellence.
“Kampus dituntut melahirkan mahasiswa yang merdeka berpikir, tidak hanya kritis tetapi juga konstruktif, kontekstual, produktif, visioner, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku–Maluku Utara yang diwakili oleh “Stevy Moniharapon, ST, MM”, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Wisuda Sarjana ke-IX STIA Abdul Aziz Kataloka. Ia menegaskan pentingnya peningkatan mutu pendidikan tinggi sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Regulasi tersebut, katanya, menekankan penguatan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, integrasi Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal, serta penerapan Outcome Based Education (OBE) agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
“Perguruan tinggi adalah ujung tombak negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Tanah Maluku,” kata Stevy.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Ambon “Drs. Bodewin Wattimena, M.Si” menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir proses belajar, melainkan awal pengabdian lulusan sebagai sumber daya manusia strategis bagi pembangunan daerah.
Ia menyebut lulusan STIA Abdul Aziz Kataloka memiliki peran penting dalam memperkuat kualitas pelayanan publik, sejalan dengan visi “Ambon Manise yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan”.
“Jangan biarkan ilmu berhenti pada ijazah dan gelar. Hadirkan ilmu dalam kerja nyata, integritas, dan semangat melayani masyarakat,” pesan Wali Kota kepada para wisudawan.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
Wisuda Sarjana ke-IX STIA Abdul Aziz Kataloka Ambon tahun 2025 ini menjadi penanda komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi nyata bagi pembangunan Kota Ambon, Provinsi Maluku, dan Indonesia di tengah tantangan global dan disrupsi teknologi yang kian cepat.(LD)








Komentar