MM.COM, AMBON – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Maluku periode 2025-2027 resmi dikukuhkan pada 28 April 2026 di Lantai 5 Aula DPRD Provinsi Maluku. Pelantikan yang dipadukan dengan pembukaan Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) berlangsung sejak 28-30 April ini, mengusung tema besar:
“Lahirkan Kader Progresif Revolusioner untuk Mewujudkan Keadilan atas Gugusan Kepulauan”
Ketua Umum DPP GMNI, “Sujahri Somar”, secara resmi melantik “Alberthus Y.R. Pormes” sebagai Ketua, “Jhon Lenon Solissa” sebagai Sekretaris, dan “Wiwin Mahmia Ohoibor” sebagai Bendahara berdasarkan SK Nomor: 244/SK/DPP.GMNI/V/2025.
Visi Maritim dan Kritik Konstruktif
Dalam pidato perdananya, Ketua DPD GMNI Maluku, “Alberthus Y.R. Pormes”, menegaskan komitmen organisasi untuk menjadi mitra kritis pemerintah. Ia menyoroti pentingnya perjuangan ideologis yang berakar pada visi maritim Bung Karno.
“Kami akan terus menjadi mitra kritis Pemerintah Provinsi Maluku, terutama dalam mengawal Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepulauan agar segera disahkan. Ini adalah perjuangan untuk keadilan fiskal bagi Maluku dan provinsi kepulauan lainnya,” tegas Pormes.
Selain isu legislasi, Pormes juga mendesak Gubernur Maluku untuk segera meresmikan proyek pusat perikanan terpadu di Pulau Moa, Maluku Barat Daya, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan kerja.
Pesan Senior: Jaga Integritas
Ketua DPRD Provinsi Maluku “Benhur Watubun S.T.,” yang juga alumnus GMNI dimana beliau pernah menjabat sebagai Ketua Cabang GMNI periode 2001-2003, dalam sambutannya mengingatkan para kader untuk menjaga integritas. Ia menekankan bahwa GMNI harus menjadi wadah pencetak pemimpin, bukan pengikut yang oportunis.
“Jangan menciptakan pengikut, tapi ciptakanlah kader. Kader GMNI harus mampu menjadi jawaban atas persoalan kemiskinan dan keterbelakangan. Kritik itu adalah vitamin bagi penyelenggara negara,” ujarnya dengan nada penuh semangat.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara kader aktif dan alumni untuk memperkuat posisi organisasi di tengah dinamika politik dan sosial.
Dukungan Pemerintah: RUU Kepulauan dan Gas Abadi Masela
Mewakili Gubernur Maluku, Sekda Maluku “Ir. Sadali Ie, M.Si.”, menyampaikan apresiasi atas peran GMNI sebagai agen perubahan. Ia memaparkan tiga isu strategis yang harus menjadi fokus bersama:
1. Konektivitas Antar-Pulau: Mengawal RUU Daerah Kepulauan yang kini sudah masuk tahap pembahasan di DPR RI.
2. Hilirisasi Perikanan: Mendorong generasi muda menciptakan nilai tambah di sektor kelautan agar Maluku tidak hanya sekadar pengekspor bahan mentah.
3. Proyek Strategis Nasional: Memastikan pembangunan Blok Masela memberikan dampak nyata bagi transformasi ekonomi lokal dan kedaulatan energi.
Transformasi Digital: GMNI Universe
Menutup rangkaian sambutan, Ketua Umum DPP GMNI, “Sujahri Somar”, menekankan pentingnya adaptasi di era disrupsi. Ia mengungkapkan bahwa DPP tengah menyiapkan sistem “GMNI Universe” dan kartu anggota (KTA) berbasis ATM bekerja sama dengan Bank Artha Graha.
“GMNI bukan ruang partai politik atau elit politik. Kita harus tetap pada jalur organisasi kader dan perjuangan. Kaderisasi tingkat menengah ini harus menjadi ruang dialektis untuk memperkuat ideologi Marhaenisme yang adaptif terhadap zaman,” tutup Somar sembari membuka kegiatan KTM secara resmi.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Maluku, perwakilan Kapolda Maluku, Kodam XVI/Pattimura, pimpinan organisasi Cipayung, serta tokoh-tokoh alumni GMNI lintas generasi.(LD)










Komentar