MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 7 Oktober 2025 — Gereja Elim Tabernakel Indonesia secara resmi membuka “Musyawarah Besar (Mubes) ke-IV” dengan mengangkat tema “Gereja yang Menaruh Pikiran Kristus: Kudus, Bersatu, dan Siap Menyambut Sang Mempelai” yang merujuk pada Filipi 2:5. Subtema yang diusung yaitu “Disatukan dalam Nurani-Nya, Dihaluskan dalam Kasih-Nya, Persatuan Sebagai Mahkota, Firman Sebagai Pelita dalam Membangun Sinode Elim Tabernakel Semakin Berkenan di Hadapan Bapa.”
Kegiatan rohani ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 7 Oktober hingga 9 Oktober 2025, bertempat di Hotel Marina, Kota Ambon.
Dihadiri Tokoh-Tokoh Penting Daerah dan Nasional.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain:
– Perwakilan Kementerian Agama RI, “Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I” selaku Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku.
– Gubernur Maluku yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, “Roy C. Siauta”
– Kapolda Maluku “Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.”
-Kapolres Maluku/mewakili
– Walikota Ambon yang diwakili oleh Pejabat Sekretaris Kota Ambon.
– Ketua Umum Gereja Elim Tabernakel Indonesia, “Pdt. Juan Duykers, S.Th.”
– Para pemimpin gereja, tokoh agama, dan perwakilan gereja dari berbagai denominasi di Indonesia
Gereja sebagai Pelayan Tuhan dan Mitra Pembangunan
Pejabat Sekretaris Kota Ambon “Roberd Sapulette, ST., MT.”, mewakili walikota Ambon, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Gereja Elim Tabernakel dalam membangun kualitas iman jemaat dan kontribusinya terhadap kehidupan sosial masyarakat di Ambon.
“Musyawarah besar ini bukan hanya forum organisasi, tetapi momentum spiritual untuk menyatukan hati dan memperkuat kesiapan rohani menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus sebagai Sang Mempelai,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, mewakili Gubernur, menyatakan bahwa Gereja Elim Tabernakel telah menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat di Maluku.
“Kerukunan antarumat beragama adalah modal utama pembangunan daerah ini. Kami berharap gereja terus menjadi pelopor dalam menjaga dan merawat toleransi yang telah terjalin baik,” tuturnya.
Gereja Sebagai Obor Terang di Tengah Dunia yang Gelap
Ketua Umum Gereja Elim Tabernakel Indonesia, “Pdt. Juan Duykers, S.Th.”, dalam pidato iman yang penuh semangat rohani, mengajak seluruh peserta Mubes untuk kembali pada esensi gereja yang sejati.
“Persatuan hanya mungkin terjadi bila setiap kita rela mengosongkan diri, menanggalkan ego, ambisi pribadi, dan hidup dalam kasih Kristus. Gereja bukan sekadar institusi, tetapi tubuh Kristus yang kudus dan berdampak,” ucapnya.
Beliau juga menegaskan bahwa gereja harus terus menjadi terang di tengah zaman yang penuh disrupsi moral dan spiritual, dan bahwa “musyawarah besar ini bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan penegasan identitas surgawi” sebagai mempelai Kristus.
Kementerian Agama: Gereja Harus Jadi Agen Perdamaian dan Persatuan
Perwakilan Kementerian Agama RI, “Dr. H. Yamin”, dalam sambutannya menekankan bahwa di tengah era digital dan globalisasi, gereja harus tetap menjadi “komunitas yang hidup dan kudus”.
“Gereja yang menaruh pikiran Kristus harus menjadi agen perubahan bagi perdamaian, harmoni, dan kerukunan umat di tengah keberagaman bangsa ini, terutama di Maluku yang dikenal sebagai laboratorium perdamaian,” ujar beliau.
Kementerian Agama menyatakan komitmennya dalam mendukung gereja-gereja di Indonesia untuk berperan aktif dalam pembangunan iman, karakter, dan kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Resmi Dibuka dengan Pemukulan Tifa
Musyawarah Besar Keempat Gereja Elim Tabernakel resmi dibuka dengan “prosesi pemukulan tifa” oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku didampingi oleh perwakilan Pemerintah Provinsi, Kapolda, dan Ketua Umum Gereja.
Kegiatan Mubes ini akan menjadi sarana diskusi strategis, penguatan sinode, dan pemilihan kepemimpinan yang baru demi membawa gereja menuju pelayanan yang semakin berdampak dan berkenan di hadapan Tuhan dan sesama. (Ld)












Komentar