MM.COM, AMBON, 9 April 2026 – Memasuki hari kedua Pelatihan Penjamah Makanan bagi relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), komitmen terhadap kualitas program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ambon semakin diperketat. Kegiatan yang berlangsung di Lt. 5 Manise Hotel ini menjadi langkah krusial dalam memastikan setiap hidangan yang sampai ke tangan anak sekolah memenuhi standar higieneitas dan sanitasi yang mutlak.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG), “dr. Rosita, M.Kes”, menekankan bahwa SPPG bukan sekadar “dapur umum” biasa, melainkan unit pelayanan teknis yang harus menjaga kualitas output secara ketat.
Dalam sambutannya yang tegas, dr. Rosita mengingatkan para penjamah makanan bahwa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) adalah syarat utama operasional SPPG. Ia menyoroti pentingnya disiplin, mulai dari penggunaan seragam khusus hingga pemisahan pakaian rumah dengan pakaian kerja di area pelayanan.
“Kita tidak hanya mengejar kuantitas jumlah SPPG di seluruh provinsi, tapi kualitas adalah prioritas utama. Makanan yang kita sajikan adalah untuk anak-anak kita, maka higieneitasnya harus terjamin 100 persen. SLHS bukan sekadar administrasi, tapi syarat mutlak,” ujar dr. Rosita.
Ia juga meluruskan struktur organisasi agar tidak terjadi simpang siur informasi, menjelaskan bahwa KSPPG berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional yang membawahi seluruh satuan pelayanan di daerah.
Ketua Yayasan Kalyana Mitra Mandiri, “Alex Tan”, yang secara resmi membuka kegiatan ini, menyatakan bahwa pelatihan ini adalah modal utama bagi para relawan sebelum Dapur Benteng 1 dan Benteng 2 mulai beroperasi dalam waktu dekat.
“Ini adalah program mulia dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kita bekerja untuk memberikan makanan layak bagi anak-anak dari tingkat SD, SMP, SMA. Manfaatkan pelatihan ini dengan serius karena tidak semua dapur di Ambon mendapatkan kesempatan pelatihan intensif seperti ini,” tegas Alex Tan.
Sebagai bentuk komitmen total terhadap keamanan pangan, seluruh peserta pelatihan tidak hanya akan mendapatkan materi teori, tetapi juga diwajibkan mengikuti:
1. Sertifikasi Penjamah Makanan: Sebagai bukti kompetensi individu.
2. Pemeriksaan Kesehatan: Bekerja sama dengan Puskesmas Benteng yang dijadwalkan pada Jumat besok.
3. Pengambilan Sampel Makanan: Untuk memastikan uji laboratorium rutin terhadap menu yang disajikan.
Acara yang merupakan kolaborasi antara Yayasan Kalyana Mitra Mandiri, Dinas Kesehatan Kota Ambon, dan HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) ini, juga dihadiri oleh perwakilan Dinkes Provinsi Maluku dan narasumber ahli di bidang sanitasi pangan.
Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Ambon diharapkan dapat merasa tenang karena program Makanan Bergizi Gratis yang akan segera berjalan tidak hanya mengedepankan gizi, tetapi juga keamanan dan standar kesehatan yang diakui secara nasional. (LD)








Komentar