MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 3 Desember 2025 — Usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kantor BPJN Provinsi Maluku, Rabu (3/12/2025), Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku “DR. Ir. Yana Astuty, S.T.,M.T”, menegaskan kesiapan pihaknya dalam menghadapi potensi bencana serta arus mobilitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam wawancara bersama awak media, ia menjelaskan bahwa BPJN terus memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas lembaga untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat.
“Kami pastikan seluruh mekanisme penanganan sudah siap. Dari koordinasi, jalur komunikasi, hingga kesiapan logistik dan sumber daya, termasuk alat berat, semuanya kami siagakan untuk eksekusi cepat apabila terjadi bencana,” ujarnya.
Selain kesiapsiagaan alat dan personel, BPJN juga melakukan monitoring dan evaluasi rutin di seluruh titik rawan bencana di Maluku. Langkah ini, kata dia, menjadi upaya mitigasi agar potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.
Kesiapan Infrastruktur Jelang Nataru
Memasuki momentum akhir tahun, BPJN juga memastikan seluruh ruas jalan dan jembatan nasional dalam kondisi prima.
“Bina Marga memastikan arus kendaraan berjalan lancar. Kami ingin masyarakat bisa bersilaturahmi dan pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
Progres Pembangunan di Kabupaten SBT dan Program Multiyears
Menjawab pertanyaan mengenai pembangunan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), ia menegaskan bahwa BPJN tengah menjalankan proyek dengan mekanisme multiyears yang ditargetkan selesai pada 2027.
“Jangan khawatir. Tahun 2027 masyarakat SBT akan menikmati pembangunan infrastruktur yang lebih layak. Ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo untuk membangun hingga daerah dan pulau terluar,” katanya.
BPJN menargetkan capaian pembangunan infrastruktur nasional dapat mencapai sekitar 99% pada 2025, sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Terkait Program IGD
Kepala BPJN juga menjelaskan bahwa beberapa pekerjaan dalam program IGD (Infrastruktur Guna Daya) dilaksanakan melalui dua skema anggaran, yaitu “single years” dan “multiyears”.
“Untuk kawasan seperti Seram Timur, SBT bagian barat, Maluku Tengah, hingga Pulau Aru dan Ambon, sebagian masuk dalam kontrak multiyears sehingga penyelesaiannya sampai 2027,” jelasnya.
Meski demikian, sejumlah pekerjaan tahap pertama ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025. Salah satunya adalah pekerjaan di Pulau Saparua, termasuk ruas Hari–Gunung, yang juga disiapkan untuk menyambut perayaan skala nasional, termasuk perhelatan Natal Sedunia.
“Insya Allah, kami selesaikan tahap pertama tahun ini. Kami ingin masyarakat merasakan manfaatnya langsung,” tutupnya.(LD)








Komentar