oleh

Arika Mahina Galang Dana Lokal untuk Edukasi Hak Anak dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah.

MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 13 Agustus 2025 – Lembaga Arika Mahina menggelar kegiatan “local fundraising” Dengan mengusung tema “mari katong badati bersama yayasan Arika Mahina goes to school” makan sambil badati, dukung pemenuhan hak anak di satuan pendidikan, “warga sekolah teredukasi anak terlindungi” pelaksanaannya di sibu-sibu kafe, sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian organisasi sekaligus mendukung edukasi hak-hak anak dan pencegahan kekerasan di sekolah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan fundraising yang diikuti oleh dua staf Arika Mahina bersama Yayasan SATUNAMA Jogjakarta.

Local fundraising ini difokuskan pada enam sekolah di Kota Ambon dan dirancang untuk mendukung pelaksanaan edukasi kepada warga sekolah mengenai hak-hak anak serta pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan. Meski awalnya direncanakan bertepatan dengan Hari Anak Nasional, kegiatan ini tetap dilaksanakan meski melewati momentum tersebut, disampaikan langsung oleh ketua yayasan Arika Mahina Ruth Saiya M.Si. melalui wawancara singkat media ini.

“Seluruh dana yang terkumpul dari penjualan kupon dan kegiatan fundraising ini akan digunakan sepenuhnya untuk kegiatan edukasi di enam sekolah tersebut,” ujar ketua yayasan.

Membangun Kemandirian Organisasi Masyarakat Sipil

Kegiatan fundraising ini juga menjadi bentuk implementasi dari pelatihan yang diberikan oleh Yayasan SATUNAMA, yang bertujuan untuk mendorong organisasi masyarakat sipil tidak hanya bergantung pada donor luar, tetapi juga mulai membangun kemandirian finansial melalui dukungan masyarakat lokal.

Arika Mahina sendiri merupakan organisasi masyarakat sipil yang telah berdiri sejak tahun 2002, lahir di tengah situasi konflik di Ambon dengan fokus pada pemenuhan hak perempuan dan anak, serta kerja-kerja perdamaian.

Organisasi ini didirikan oleh Usi Ina Soselisa bersama sejumlah tokoh lainnya antara lain: Pa Maris hetaria, dr.Nathalia pabisa, Pdt.Eta hendriks, dan menjadi pengawas ibu tin Tupamahu (alm).

Dan selama ini telah bekerjasama dengan sejumlah pihak dan donor termasuk Save the Children Indonesia tahun 2024, serta program Bakti untuk program MAMPU dan lainnya.

Selama beberapa tahun terakhir, Arika Mahina juga bekerja sama dengan The HEAD Foundation dalam program peningkatan literasi dan komunikasi anak di sekolah dasar, khususnya melalui penggunaan Media digital Aplikasi Sekolah Enuma pasca pandemi COVID-19. Program ini telah menjangkau 12 sekolah di Kota Ambon dan Saparua, dan kini memasuki tahun keempat pelaksanaannya.

Harapan Kemandirian Melalui Dukungan Masyarakat

Dengan pelaksanaan kegiatan fundraising lokal ini, Arika Mahina berharap dapat membangun model pendanaan alternatif yang bersumber dari masyarakat sendiri. Meski belum sepenuhnya meninggalkan dukungan dari donor, langkah ini menunjukkan semangat kemandirian dan keberlanjutan dalam menjalankan program-program sosial.

“kedepan kami berharap bisa terus melakukan fundraising dengan bentuk-bentuk yang lebih kreatif lagi untuk membiayai program dan kegiatan lainnya” ungkap Saiya

Kegiatan fundraising ini juga menjadi cerminan dari komitmen Arika Mahina dalam memperkuat kapasitas internal dan keberlanjutan lembaga, sekaligus memperluas jangkauan dampak bagi anak-anak dan komunitas pendidikan di Maluku. (LD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *