MM.COM, AMBON – Suasana khidmat nan haru menyelimuti Markas Kodam XV/Pattimura pada Senin (13/4/2026) pagi. Tradisi satuan pelepasan “Mayor Jenderal TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos, M.M.,” menjadi momen emosional bagi seluruh prajurit dan keluarga besar Kodam XV/Pattimura saat melepas sosok pemimpin yang dikenal dekat dengan anggotanya tersebut.
Acara tradisi yang dimulai tepat pukul 10.00 WIT ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan wujud penghormatan tertinggi atas dedikasi dan pengabdian sang Jenderal di Bumi Raja-Raja.
Rangkaian acara diawali dengan pemasangan foto Pejabat Pangdam di Galeri Foto Makodam. Didampingi Pangdam XV/Pattimura yang baru “Mayjen TNI Dody Triwinarto S.I.P.,M.Han.”
Mayjen Putranto Gatot secara simbolis menorehkan jejak sejarahnya sebagai bagian dari keluarga besar Pattimura. Tatapan mata yang dalam saat menatap bingkai foto tersebut seakan merangkum ribuan kenangan selama masa jabatannya.
Suasana semakin syahdu saat memasuki acara pokok. Pengalungan kain tenun khas Maluku oleh Pangdam XV/Pattimura dan pemberian bunga tangan kepada Ibu Henny Putranto menjadi simbol ikatan batin yang tak putus, meski raga harus berpindah tugas.
Momen paling menyentuh terjadi saat Mayjen Putranto Gatot melangkah perlahan menuju Pataka Kodam XV/Pattimura. Sang Jenderal mencium bendera satuan dengan penuh rasa hormat.
Diakhiri lagu “Selamat Jalan” yang dibawakan dengan penuh penghayatan oleh “Paduan Suara Ajendam”.
Keheningan sempat pecah saat beliau mengisi Buku Kesan dan Pesan—sebuah wasiat kepemimpinan yang akan terus dikenang oleh para prajurit yang ditinggalkannya. Langkah kaki beliau yang mantap namun perlahan saat bersalaman dengan pejabat jajaran Kodam menunjukkan betapa beratnya perpisahan tersebut.
Langkah Mayjen Putranto Gatot kemudian melewati lorong kehormatan Pedang Pora. Denting pedang yang beradu di atas kepala seolah menjadi pagar pelindung sekaligus penghormatan terakhir bagi sang perwira tinggi.
Mayjen Putranto Gatot menerima Hormat Jajar dari Regu Jaga dengan penuh wibawa. Namun, pemandangan paling menggetarkan jiwa adalah saat beliau melakukan “Hormat Pedang” ke arah Makodam XV/Pattimura. Dalam posisi tegak lurus, penghormatan itu menjadi simbol kecintaan mendalam dan pamitnya seorang ksatria kepada markas yang selama ini menjadi rumah keduanya.
Tepat pukul 10.35 WIT, kendaraan yang membawa Mayjen Putranto Gatot Sri Handoyo beserta Ibu perlahan meninggalkan Makodam melalui lorong prajurit hingga Tugu Meriam. Lambaian tangan dan tatapan haru dari para prajurit yang berjajar rapih mengiringi kepergiannya.
Kini, tugas baru menanti di ufuk yang berbeda, namun gema pengabdian Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo akan tetap abadi di bawah naungan Pataka XV/Pattimura.(LD)








Komentar