MM.COM, POLDA MALUKU – Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas tidak dapat dilakukan hanya melalui penegakan hukum semata. Kesadaran kolektif masyarakat, terutama kelompok yang setiap hari berada di jalan raya, menjadi faktor penting dalam menciptakan keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan.
Berangkat dari semangat tersebut, personel Satgas Preemtif Operasi Simpatik Salawaku 2026 Polda Maluku melaksanakan kegiatan edukasi dan penyuluhan keselamatan berlalu lintas kepada komunitas pengemudi ojek pangkalan di kawasan Poka, Kota Ambon, Jumat (27/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin Kasatgas Preemtif, Ipda Fadli, ini dilakukan melalui pembagian brosur keselamatan berlalu lintas serta dialog interaktif dengan para pengemudi ojek yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat pengguna transportasi publik.
Dalam kegiatan tersebut, para pengemudi diberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan helm berstandar SNI, kelengkapan surat kendaraan, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, larangan berkendara secara ugal-ugalan, serta pentingnya mengutamakan keselamatan diri dan penumpang.
Ipda Fadli mengatakan para pengemudi ojek memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran keselamatan di jalan raya karena menjadi salah satu moda transportasi yang paling dekat dengan masyarakat.
“Para pengemudi ojek merupakan mitra penting dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas. Mereka tidak hanya bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, tetapi juga memiliki peran dalam mengingatkan dan memberikan contoh kepada para penumpang agar selalu mematuhi aturan lalu lintas,” ujarnya.
Selain membagikan brosur, personel Satgas Preemtif juga mengajak para pengemudi ojek menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing dengan membiasakan penggunaan helm bagi pengemudi maupun penumpang serta mengutamakan etika berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K mengatakan, pendekatan preemtif dan edukatif menjadi salah satu strategi utama dalam Operasi Simpatik Salawaku 2026 untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat sebelum terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.
“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan. Melalui kegiatan edukasi yang menyasar komunitas transportasi publik seperti pengemudi ojek, kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas dari akar rumput sehingga pesan keselamatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” kata Kabid Humas.
Menurutnya, pengemudi ojek merupakan kelompok yang memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan jalan raya dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari, sehingga keberadaan mereka sangat strategis sebagai mitra kepolisian dalam menyebarluaskan pesan keselamatan berlalu lintas.
“Operasi Simpatik Salawaku 2026 mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif. Tujuannya bukan sekadar mengurangi pelanggaran lalu lintas, tetapi membangun kesadaran kolektif masyarakat agar keselamatan menjadi kebutuhan dan budaya bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pangkalan Ojek Poka, Irwan, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Satgas Preemtif Polda Maluku tersebut. Menurutnya, edukasi langsung dari kepolisian memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para pengemudi mengenai pentingnya keselamatan dalam bekerja.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pesan-pesan keselamatan yang diberikan akan kami terus ingatkan kepada seluruh anggota pangkalan agar semakin tertib dan mengutamakan keselamatan saat mengantar penumpang,” ujarnya.
Melalui kegiatan preemtif yang menyentuh langsung komunitas transportasi publik, Polda Maluku berharap terbangun kesadaran bersama bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan kebutuhan setiap warga. Dengan meningkatnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang berkelanjutan di wilayah Maluku. (*








Komentar