MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 23 November 2025 — Musyawarah adat masyarakat Jazirah yang berlangsung di lantai 5 Santika Premier Hotel, resmi menetapkan “DR. Achmad Jais Ely, ST., M.Si” sebagai Ketua Umum Hetu Jazirah untuk masa bakti 2025–2030. Forum bergengsi yang mengangkat tema “Lawa Lete Mena Hetu Jazirah” — maju bersama membangun Jazirah, Par Maluku pung bae — dihadiri oleh 21 dari 22 raja dari kawasan Salahutu, Leihitu, dan Leihitu Barat.
Dalam konferensi pers, “Upu Pasalook Jazirah” Kombes Pol. “Hujrah Soemena, S.I.K., M.H” menegaskan bahwa musyawarah ini bertujuan menyatukan seluruh elemen adat di tiga jazirah serta memperkuat silaturahmi antar-negeri.
“Alhamdulillah seluruh 22 negeri sepakat menguatkan hubungan adat dan menyelesaikan persoalan dengan jalan kekeluargaan,” ujarnya.
Tegaskan Persatuan: “Tidak Ada Lagi Beta Islam – Beta Kristen, Yang Ada Beta Maluku”
Upu Pasalook Hujrah Soemena menekankan bahwa Hetu Jazirah lahir dengan semangat menghapus ego sektarian.
“Tidak ada lagi beta Islam, beta Kristen, yang ada beta Maluku. Kita mau sama-sama membangun Maluku dan membantu pemerintah agar dapat bekerja maksimal,” tegasnya.
Jais Ely Dipilih Aklamasi, Siap Jalankan Program 100 Hari
Ketua terpilih, “DR. Achmad Jais Ely”, mengaku terharu atas kepercayaan yang diberikan oleh para raja dan tokoh adat. Ia menekankan bahwa Hetu Jazirah bukan organisasi formalitas, tetapi paguyuban yang harus hadir nyata di tengah masyarakat.
“Ini panggilan adat. Kami segera melakukan konsolidasi ke 22 negeri agar kehadiran organisasi ini benar-benar dirasakan,” kata Jais.
Dalam 100 hari kerja pertama, Hetu Jazirah akan melaksanakan program prioritas seperti:
– Konsolidasi adat ke seluruh negeri di Jasirah
– Gelar pangan murah dan kegiatan sosial kemasyarakatan
– Pemantapan peran Hetu Jazirah sebagai role model keamanan dan kerukunan di Maluku
– Pendataan dan penguatan program pemuda untuk mengatasi pengangguran
“Kita mau jadi contoh bagi Maluku. Jazirah selama ini aman karena raja-raja selalu bersatu. Ini akan terus kita jaga,” tambahnya.
Bukan Organisasi Tandingan
Menjawab isu yang menyebut Hetu Jazirah adalah tandingan dari Hena Hetu, Jais Ely menyampaikan bahwa kedua organisasi dapat berjalan berdampingan.
“Ini suara hati masyarakat Jazirah, hasil musyawarah para raja. Tidak ada niat menjadi tandingan. Sepanjang semua untuk masyarakat, tidak ada masalah,” jelasnya.
Dorong Infrastruktur dan Penyerapan Tenaga Kerja
Terkait pembangunan jembatan, jalan, dan fasilitas infrastruktur lainnya, Jais Ely menyebutkan bahwa Hetu Jazirah akan mengusulkan kebutuhan tersebut setelah konsolidasi internal.
“Mana yang jadi kewenangan kabupaten, provinsi, hingga pusat akan kita dorong. Yang penting bersinergi membantu gubernur, bupati, dan wali kota,” jelasnya.
Isu pengangguran pemuda menjadi perhatian utama.
“Pemuda di Jazirah banyak yang menganggur. Kalau pengangguran tinggi, potensi kejahatan ikut naik. Kita akan berkolaborasi dengan pemerintah untuk buka ruang kerja bagi anak-anak negeri,” tegas Ketua Majelis Latupati “H. Ali Slamet, SE., M.Si” dalam penutup sesi.(LD).








Komentar