Manggurebemaju.com, Ambon, 20 Agustus 2025 — SD Negeri 70 Ambon menjadi salah satu sekolah yang sukses menerapkan pembelajaran digital berbasis aplikasi “Enuma” dalam rangka meningkatkan literasi dan numerasi siswa.
Hal ini disampaikan langsung oleh direktur yayasan Arika Mahina “Ruth Saiya M.Si” dalam sambutannya, saat acara pembukaan Pelatihan Pembelajaran Berbasis Digital Sekolah Enuma* yang digelar oleh Yayasan Arika Mahina di Aula Hotel Amaris, Ambon, Selasa (20/8).
Kepala sekolah SD Negeri 70 ambon Fitriah Djibran, S.Pd., M.Pd., usai acara pembukaan
“Pelatihan Pembelajaran Berbasis Digital Sekolah Enuma” yang digelar oleh Yayasan Arika Mahina dalam wawancara singkat media ini menjelaskan bahwa, penerapan Enuma sangat selaras dengan tiga pilar utama pembelajaran: 1.meaningful learning (pembelajaran bermakna), 2.Mindful learning (pembelajaran berkesadaran), dan 3.oyful learning (pembelajaran yang menyenangkan).
“Aplikasi Enuma ini sangat membantu anak-anak memahami materi dengan lebih aktif dan menyenangkan. Ada buku, video, permainan edukatif, dan konten interaktif lainnya yang membuat mereka belajar tanpa merasa terbebani,” ungkap Fitriah.
Ia mencontohkan fitur permainan matematika sederhana seperti penjumlahan tiga tambah dua menggunakan ilustrasi apel, yang menurutnya sangat efektif menanamkan konsep numerasi kepada siswa. Selain itu, perpustakaan digital dalam aplikasi juga membantu meningkatkan kemampuan literasi anak, termasuk dalam tiga mata pelajaran utama yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
Fitriah juga menekankan pentingnya “mindfulness” dalam proses belajar, di mana siswa tidak hanya mengikuti materi secara aktif, tetapi juga sadar akan pentingnya konten yang mereka pelajari.
“Anak-anak bisa mengikuti konten video, membaca buku digital, dan mereka bisa menyerap sendiri informasi tanpa harus selalu diarahkan guru. Ini menunjukkan adanya kesadaran belajar yang tumbuh dari dalam,” tambahnya.
Soal sistem akun pribadi pada aplikasi Enuma, Fitriah menjelaskan bahwa setiap siswa memiliki akun masing-masing lengkap dengan kode akses yang unik, sehingga keamanan data dan proses belajar tetap terjaga.
“Kami sudah dua tahun menggunakan Enuma. Anak-anak hanya perlu sekali diajari cara masuk, dan mereka langsung hafal. Bahkan untuk siswa baru, cukup dijelaskan sekali saja,” ujarnya.
Fitriah juga pernah menjadi fasilitator dalam pelatihan biosfer praktis untuk pembelajaran IPA yang diikuti oleh lebih dari 300 guru penggerak dari 11 kabupaten/kota di Maluku, membuktikan komitmennya dalam dunia pendidikan digital.
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman guru-guru tentang pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan, sekaligus memperluas adopsi aplikasi Enuma di sekolah-sekolah dasar di Maluku. (LD)








Komentar