MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 17 Juli 2025., SMP Negeri 19 Ambon menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah, inklusif, dan menyenangkan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.
MPLS Ramah di SMP Negeri 19 berlangsung selama lima hari, besok merupakan hari terakhir. Dimulai dengan kegiatan “Pagi Ceria” yang mencakup senam pagi, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pengenalan lingkungan sekolah yang mencakup sarana dan prasarana, ruang kelas, ruang guru, staf tata usaha, hingga tata tertib dan visi misi sekolah.

Sebanyak 288 peserta didik baru telah resmi terdaftar dan mengikuti MPLS tahun ini.
Kepala SMP Negeri 19 Ambon, Novy Gaspersz S.Pd yang telah menjabat sejak Maret 2020 saat masih PLT dan dilantik definitif oleh Walikota, Richard Louhenapessy 6 Januari 2021 sampai dengan saat ini menyampaikan bahwa pendekatan MPLS tahun ini lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, anti perundungan, serta penanaman nilai-nilai inklusif dalam dunia pendidikan.
“Kami ingin menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua anak, tanpa diskriminasi. Tahun ini kami lebih menekankan pada pendekatan karakter dan budaya positif sekolah,”ujar Kepala SMP Negeri 19.
(Komitmen Inklusif dan Adaptif terhadap Kurikulum Merdeka)
SMP Negeri 19 merupakan salah satu sekolah penyelenggara program pendidikan inklusif di Kota Ambon. Sekolah ini menerima peserta didik berkebutuhan khusus yang lebih mengarah pada aspek psikologis dan intelektual. Meskipun tenaga pendidik utamanya adalah guru reguler, mereka telah mendapat pelatihan khusus dalam menangani peserta didik inklusif.
Dalam hal kurikulum, SMP Negeri 19 saat ini masih menggunakan Kurikulum Merdeka, sesuai dengan arahan Kemendikbudristek. Pendekatan yang digunakan adalah Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pada tiga prinsip utama: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
“Kami masih menunggu proses integrasi penuh dengan Platform Merdeka Mengajar, karena para guru baru saja mengikuti bimbingan teknis (bimtek) Nantinya, mereka akan mengsosialisasikan perencanaan pembelajaran sebagai bentuk adaptasi dari modul ajar,” jelas kepala sekolah.
(Prestasi Meningkat, Siswa Bersaing di Tingkat Nasional)
Dalam hal prestasi, SMP Negeri 19 menunjukkan tren positif. Berdasarkan indikator laporan pendidikan, seluruh komponen telah memenuhi standar dan berada pada kategori hijau.
Selain prestasi akademik seperti raihan medali emas dan perak dalam Olimpiade MIPA di Universitas Pattimura, sekolah ini juga unggul dalam bidang non-akademik seperti olahraga taekwondo, basket, dan karate.
Dua siswi dari cabang taekwondo bahkan akan mewakili Maluku di ajang kejuaraan nasional di Makassar, sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan meskipun mereka telah menjadi alumni.
(Harapan dan Komitmen untuk Masa Depan)
Kepala SMP Negeri 19 menegaskan bahwa pembentukan karakter siswa menjadi fokus utama seiring dengan regulasi baru pemerintah yang menekankan pentingnya nilai-nilai luhur sejak dini. Sekolah juga terus menjalin komunikasi aktif dengan orang tua dalam membangun ekosistem belajar yang kolaboratif.

“Kami berharap peserta didik baru ini tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sekolah ini adalah rumah belajar yang terbuka untuk semua, tanpa kekerasan, tanpa intimidasi,” pungkasnya. (*LD








Komentar