MM.COM, AMBON, – Sebuah tonggak sejarah baru dalam digitalisasi pendidikan di Bumi Raja-Raja resmi memasuki fase penutupan. Setelah konsisten mendampingi ribuan siswa selama empat tahun sejak 2022, program Pembelajaran Berbasis Digital menggunakan aplikasi Sekolah Enuma Indonesia di Maluku resmi berakhir.

Program yang dibiayai oleh The Head Foundation ini telah terimplementasi di 20 Sekolah di Kota Ambon dan 2 Sekolah Dasar di Kabupaten Maluku Tengah.
Agenda penutupan yang bertajuk “Evaluasi dan Apresiasi Perjalanan Pembelajaran Digital Sekolah Enuma di Maluku” ini digelar secara khidmat di Lantai 1 Hotel Amaris Ambon, yang diikuti oleh 48 peserta pada Kamis (18/6/2026),
Acara dibuka secara sejuk melalui lantunan doa yang dipimpin oleh Kepala SD Negeri 70 Ambon, “Fitri Djibran”.
Pertemuan ini menjadi momen apresiasi sekaligus ruang refleksi bagi Yayasan Arika Mahina, Dinas Pendidikan Kota Ambon, serta para kepala sekolah dan para guru yang telah mengawal program ini sejak awal.
Direktur Yayasan Arika Mahina “Ruth Saiya, M.Si, Dalam sambutannya mengungkapkan dinamika luar biasa selama 4 tahun perjalanan program pembelajaran berbasis digital di Kota Ambon dan Maluku tidak saja punya cerita baik atau cerita sukses, tetapi juga banyak tantangan.
“Mulai dari fasilitas tablet yang kadang terganggu, kendala sinkronisasi jaringan internet, hingga konsistensi guru dan operator dalam mengakses LMS. Namun, semua itu tidak menyurutkan semangat kami karena evaluasi rutin selalu melahirkan solusi,” ungkap Ruth.
Ruth juga menegaskan keberhasilan konkret berdasarkan riset bersama akademisi PGSD Universitas Pattimura, Peningkatan Mutu literasi dan numerasi siswa pada tiga bidang studi utama: Bahasa Indonesia (tertinggi), Matematika, dan Bahasa Inggris.
Keunggulan Aplikasi Sekolah Enuma terbukti sangat inklusif karena ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus (difabel) untuk belajar mandiri, serta menjadi media pembelajaran reguler yang siap direplikasi.
Dalam pertemuan ini pun turut hadir secara online via zoom, Mr Vignesh dari The Head Foundation, Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kolaborasi erat bersama Yayasan Arika Mahina dan Dinas Pendidikan Kota Ambon.
“Bagi kami, pembelajaran dengan aplikasi ini tujuannya bukan semata-mata untuk capaian akademik, tapi ada proses saling berbagi dan saling “support” di situ. Anak-anak bisa belajar dengan metode yang menyenangkan. Dengan berakhirnya program ini, bukan berarti semangat juga berakhir, tetapi menjadi modal berharga yang bisa dilanjutkan oleh daerah, guru, dan para siswa,” tutur Mr. Vignesh.
Apresiasi luar biasa ditiupkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Drs. F. F. Taso, M.Si., saat membuka kegiatan secara resmi. Ia menyebut langkah Arika Mahina dan Enuma Indonesia sangat visioner, bahkan melompat mendahului rencana kurikulum kementerian pusat.
“Momen hari ini luar biasa karena kita melewati proses panjang perjuangan. Hari ini, kalau kita bandingkan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan terkait coding dan AI, di pusat baru mau mulai, sedangkan anak-anak kita melalui inovasi Arika Mahina dan Sekolah Enuma sudah mendahuluinya! Kemampuan berpikir jangka panjang untuk memanfaatkan teknologi ini sudah didahului oleh teman-teman di sini,” puji Kadisdik.
Ia pun meminta agar ekosistem digital lewat Sekolah Enuma ini tidak bubar, melainkan menjadi pemantik (trigger) bagi komunitas guru untuk saling membantu mengatasi keterbatasan fasilitas di sekolah lain.
Dampak Nyata 2.672 Anak Maluku
Dalam pemaparan komprehensif oleh Koordinator Kegiatan Yayasan Arika Mahina, “Feby Sihasale”, terungkap data statistik perkembangan program dari tahun ke tahun yang telah menyentuh level PAUD, Kelompok Bermain, hingga Sekolah Dasar.
Secara keseluruhan, ada 2.672 Anak Penerima Manfaat, dengan rincian, Siswa Laki-laki sebesar 1.403 Anak (53%), Siswa Perempuan sebesar 1.269 Anak (47%). Tren Pertumbuhan Penerima Manfaat per Tahun Ajaran 2022-2023 sebesar 509 Anak, 2023-2024 sebesar 633 Anak, 2024-2025 sebesar 798 Anak, dan 2025-2026 menjadi 732 Anak
Sebagai bentuk komitmen dan kenang-kenangan atas dedikasi tanpa batas, Yayasan Arika Mahina memberikan sertifikat penghargaan kepada para kepala sekolah di kota ambon yang menjadi pilar utama program ini. Beberapa sekolah penerima penghargaan di antaranya:
1. SD Negeri Seilale.
2. SD Negeri 4.
3. SD Kristen Rohoboth.
4. SD Negeri 2 Tawiri.
5. Kelompok Bermain Gembira.
6. PAUD Aurora.
7. SD Negeri 70 .
8. SD Negeri ToiSapu.
9. SD Negeri 11.
10.SD Negeri 47.
Secara terpisah penyerahan sertifikat juga diberikan kepada SDN 292 Maluku Tengah dan SDN 260 Maluku Tengah.
Acara juga dimeriahkan dengan penayangan video dokumentasi respon positif pihak sekolah, serta keceriaan para siswa di Kabupaten Maluku Tengah (khususnya SD Negeri 292 dan SD Negeri 260).
Sebagai langkah konkret jangka pendek, Yayasan Arika Mahina mengumumkan rencana audiensi dan “community engagement” dengan Dinas Pendidikan Maluku Tengah pada pekan depan untuk merumuskan peluang keberlanjutan dampak positif dari replikasi ekosistem Sekolah Enuma ini.
Rangkaian agenda evaluasi, pemaparan hasil, masukan interaktif antar sekolah, akhirnya resmi ditutup secara langsung oleh Direktur Yayasan Arika Mahina, “Ruth Saiya, M.Si.”, dengan komitmen bersama untuk terus menjaga semangat transformasi teknologi demi masa depan pendidikan Maluku yang lebih inklusif dan maju.(LD)













Komentar