oleh

Usman Tehuayo Ledakkan Kritik, Hamid Rahayaan Diduga Provokator Politik, Seret Isu Agama & Tanah Pribadi Wagub!

MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 1 Agustus 2025 — Ketegangan politik Maluku memanas kembali! Usman Tehuayo, S.Sos., Wakil Ketua PB IKKATT (Ikatan Kerukunan Tehoru-Telutih) dan tokoh berpengaruh Seram Selatan, melontarkan kritik pedas kepada Hamid Rahayaan, mantan Wali Kota Tual, yang dinilainya telah menjadi provokator publik dalam isu sensitif pernyataan Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, di MBD.

Melalui pernyataan resminya, Usman menyebut Hamid telah melewati batas sebagai politisi dan mantan pejabat publik. Ia menyebut pernyataan-pernyataan Hamid, baik di media maupun dalam grup-grup WhatsApp politik Maluku, sarat dengan provokasi, fitnah, dan bahkan menyerempet isu keagamaan yang sangat berbahaya di tengah masyarakat plural Maluku.

“Dia mantan Wali Kota, pernah nyaleg DPR RI, mestinya paham etika politik. Tapi justru memantik bara yang sudah padam. Ini bukan kritik membangun, ini murni provokasi,” tegas Usman dalam keterangannya.

Lebih parah lagi, kata Usman, Hamid tidak hanya menanggapi isu pernyataan Wagub dengan nada tendensius, tetapi juga menyentuh isu pribadi milik Wakil Gubernur — termasuk soal kepemilikan tanah di Kabupaten SBT dan bahkan menyebut agama lain dalam narasi yang dinilai bisa memecah belah umat beragama.

“Ini sangat keterlaluan. Sudah masuk ke ranah ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Kami minta kepolisian segera bertindak, ini ancaman bagi stabilitas daerah,” ujarnya.

Usman juga menyoroti langkah-langkah damai yang telah ditempuh oleh Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath. Keduanya telah meminta maaf secara terbuka. (*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *