MANGGUREBEMAJU.COM, Ambon, 7 November 2025 — Setelah resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku masa bakti 2025–2030, “Umar Ali Lessy” menegaskan komitmennya untuk membangun kembali kejayaan Partai Golkar di Maluku. Dalam wawancara usai penyerahan berkas di Kantor DPD Golkar Provinsi Maluku, Ambon, Umar menyampaikan visi dan semangat perjuangannya dalam menghadapi proses demokrasi internal partai.
“Sebagai kader, kita wajib mengikuti seluruh tahapan proses penjaringan sesuai dengan juklak dan juknis yang ditetapkan oleh DPP Partai Golkar. Itu adalah kewajiban moral dan organisasi yang harus kita patuhi,” ujar Umar Ali Lessy dengan tegas.
Ia juga menegaskan pentingnya menghormati mekanisme yang berlaku dan mengedepankan semangat musyawarah dalam menghadapi perbedaan.
“Kita hargai proses demokrasi yang berjalan. Kalau pun ada perbedaan pandangan, semua akan diselesaikan melalui mekanisme partai yang sah. Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, tetapi dikelola agar lebih produktif,” tambahnya.
Kembalikan Kejayaan Golkar di Bumi Raja-Raja
Lebih jauh, Umar mengungkapkan motivasi utamanya maju dalam kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Maluku kali ini, yakni “membangun kembali kejayaan Partai Golkar di Tanah Raja-Raja”.
“Salah satu motivasi saya adalah bagaimana mengembalikan kejayaan Partai Golkar di daerah ini. Golkar punya sejarah panjang sebagai penyelamat dan penggerak pembangunan di Maluku. Harapan kami, ke depan partai ini bisa kembali kuat dan berpengaruh, minimal mengembalikan proporsi kursi di kabupaten/kota, provinsi, hingga DPRD,” tutur Umar.
Dukungan terhadap Umar datang dari berbagai elemen Golkar di daerah. Berdasarkan data yang dibacakan oleh **Anos Jeremias**, Ketua Tim Pemenangan, tercatat enam DPD yang memberikan dukungan resmi, yakni (Kota Tual, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, dan Maluku Tenggara). Selain itu, Umar juga didukung oleh dua organisasi pendiri Golkar, yaitu “KOSGORO” dan “MKGR”, serta dua organisasi sayap partai, yakni “AMPG” dan “KPPG”.
Fokus pada Konsolidasi dan Penguatan Struktur Partai
Menjawab pertanyaan tentang arah konsolidasi apabila dirinya dipercaya memimpin Golkar Maluku, Umar menyebut konsolidasi struktur dan penguatan basis kaderisasi sebagai prioritas utama.
“Yang paling utama setelah Musda nanti adalah konsolidasi. Di situlah titik balik Partai Golkar untuk bangkit. Kita akan turun langsung memperkuat infrastruktur partai mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga RT/RW,” tegasnya.
Bagi Umar, konsolidasi bukan hanya soal struktur, tetapi juga menyatukan hati dan semangat para kader.
“Kita tidak menghapus perbedaan, tetapi mengelolanya agar lebih produktif dan menjadi kekuatan baru bagi Golkar Maluku,” ujarnya.
Menjaga Keberagaman dan Regenerasi
Ketika ditanya mengenai sosok yang berpotensi mendampinginya sebagai sekretaris dalam kepengurusan mendatang, Umar menyebut banyak figur potensial dari berbagai latar belakang.
“Ada banyak tokoh muda dan senior yang punya kapasitas baik di eksekutif, legislatif, maupun di internal partai. Tentu, kita harus menjaga keberagaman dalam komposisi kepengurusan. Di antara nama-nama yang disebut, ada Pak Rizad, Pak Arissa Trahatbaw, juga Bung Anos. Semua punya peluang,” jelasnya.
Demokrasi Sebagai Napas Perjuangan
Menutup wawancara, Umar Ali Lessy menegaskan bahwa seluruh proses penjaringan bakal calon harus menjadi ajang pembelajaran demokrasi dan peneguhan nilai-nilai partai.
“Golkar adalah partai besar dengan tradisi demokrasi yang matang. Kita harus menjadikan proses ini sebagai ruang konsolidasi, bukan kompetisi yang memecah. Semoga Musda besok berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi Partai Golkar di Maluku,” pungkasnya dengan penuh optimisme.(LD)














Komentar