MM.COM, POLDA MALUKU – Polda Maluku terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan rekrutmen anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan berbasis merit. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pemeriksaan Psikologi (Rikpsi) Tahap II dalam rangka penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 yang dipantau langsung oleh Ketua Panitia Daerah Penerimaan Polri Polda Maluku, Kombes Pol Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., di SMA Negeri 2 Ambon, Senin (15/6/2026).
Sebanyak 100 calon siswa (casis) mengikuti tahapan seleksi tersebut, terdiri atas 73 peserta jalur Bintara dan 27 peserta jalur Tamtama. Pemeriksaan psikologi tahap kedua dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan materi pengambilan data psikologi dan wawancara mendalam untuk mengukur aspek kepribadian, integritas, stabilitas emosi, serta kesiapan mental peserta sebagai calon anggota Polri.
Pelaksanaan seleksi turut dihadiri Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku AKBP Tommy Bambang Souissa, S.I.K., Kabag Psikologi Biro SDM Polda Maluku, Kasubbag Diapers Bag Dalpers Biro SDM Polda Maluku, serta seluruh panitia pelaksana penerimaan terpadu.
Sebagai bentuk pengawasan dan jaminan akuntabilitas proses seleksi, tahapan Rikpsi diawasi secara ketat oleh tim pengawas internal yang terdiri dari Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan bebas dari segala bentuk intervensi.
Di sela-sela peninjauan, Kombes Pol Jemi Junaidi menegaskan bahwa seluruh tahapan penerimaan anggota Polri di wilayah Maluku dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta konsep Clear and Clean yang menjadi bagian dari kebijakan reformasi SDM Polri.
“Penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara objektif, profesional, dan berbasis merit. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan, titipan, maupun intervensi dalam bentuk apa pun. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lulus berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan hasil yang diperoleh pada setiap tahapan seleksi,” tegas Jemi.
Menurutnya, proses seleksi yang ketat merupakan bagian penting dalam menghasilkan sumber daya manusia Polri yang unggul, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks di masa depan.
“Kami ingin memastikan bahwa yang terpilih nantinya benar-benar merupakan putra-putri terbaik Maluku yang memiliki kualitas intelektual, kematangan psikologis, integritas moral, serta komitmen pengabdian yang tinggi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Rekrutmen yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Polri yang Presisi dan semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta dan keluarga untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang mengatasnamakan panitia maupun pejabat tertentu dengan menjanjikan kelulusan melalui imbalan atau cara-cara di luar mekanisme resmi.
“Percayalah pada kemampuan diri sendiri. Persiapkan diri dengan baik dan ikuti seluruh tahapan secara maksimal. Kelulusan ditentukan oleh hasil yang diraih peserta sendiri, bukan karena kedekatan, titipan, ataupun transaksi,” katanya.
Pemeriksaan psikologi tahap kedua merupakan salah satu tahapan krusial dalam proses seleksi anggota Polri karena berfungsi mengidentifikasi karakter, stabilitas emosi, kemampuan adaptasi, integritas, serta kesiapan mental peserta dalam menjalankan tugas kepolisian yang profesional dan humanis.
Melalui pengawasan berlapis dan penerapan prinsip transparansi pada setiap tahapan seleksi, Polda Maluku berharap proses penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dapat melahirkan personel-personel unggul yang siap mendukung transformasi Polri Presisi, menjaga stabilitas keamanan, serta berkontribusi terhadap pembangunan nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia. (*














Komentar