oleh

Polda Maluku Gencarkan Edukasi Anti Narkoba di SMA Negeri 7 Ambon

MANGGUREBEMAJU.COM, AMBON – Dalam upaya membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika, Kepolisian Daerah Maluku kembali menggelar kegiatan edukatif di lingkungan sekolah melalui Operasi Anti Narkotika (Antik) Salawaku 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025, di SMA Negeri 7 Ambon, Kecamatan Teluk Ambon Baguala. Melalui tim Satuan Tugas Operasi Antik, Polda Maluku memberikan penyuluhan kepada para pelajar terkait bahaya narkoba serta upaya pencegahan dan pemberantasannya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Ambon, William Rumangun, S.Pd, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran tim dari Polda Maluku. Ia menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini dalam mendukung pihak sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari pengaruh negatif narkoba.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan pembinaan dari Polda Maluku. Ini bukan hanya memberikan pemahaman kepada siswa, tapi juga memberi semangat bagi kami para pendidik karena merasa mendapat dukungan dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan bertanggung jawab,” ungkap William.

Ia juga menyoroti dua persoalan utama yang menjadi ancaman serius bagi kalangan pelajar, yaitu konsumsi minuman keras dan penyalahgunaan narkoba.

“Kedua isu ini sangat merusak, baik dari segi kesehatan, moral, maupun sosial. Karena itu, kami ingin siswa sadar akan bahaya ini sejak dini,” tegasnya.

Sementara itu, IPDA Richard Lesiputty, selaku Kepala Satgas Preemtif Operasi Antik Salawaku 2025, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada siswa tentang konsekuensi hukum, dampak kesehatan, dan bahaya kecanduan narkoba.

“Kami tidak hanya menyampaikan materi tentang jenis-jenis narkoba, tapi juga membahas aspek hukum, bahaya adiksi, serta pentingnya rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan,” jelasnya.

Menurut Richard, pendekatan edukatif ini penting agar siswa tidak hanya menjauhi narkoba, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.

“Kami mendorong para pelajar untuk menyebarkan pengetahuan ini ke teman sebaya dan membantu membangun komunitas yang saling menjaga,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme para siswa terlihat tinggi. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi langsung dengan pemateri dalam sesi tanya jawab.

Melalui program ini, Polda Maluku berharap kesadaran pelajar tentang bahaya narkoba semakin meningkat, sehingga mereka dapat menjaga diri dan masa depan mereka dari pengaruh barang terlarang tersebut. (*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *