MM.COM, SERAM BAGIAN BARAT — Semangat keimanan dan kebersamaan masyarakat begitu terasa dalam kegiatan Mae Ku Posopuru, Mari Membaca Al-Qur’an yang digelar di Negeri Hualoy, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku. Kegiatan religius ini menjadi momentum istimewa bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada Al-Qur’an sekaligus mempererat persaudaraan di bulan suci Ramadan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Negeri Hualoy bersama negeri-negeri tetangga berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz sebanyak 33 kali. Pencapaian ini menjadi simbol kuat bahwa nilai-nilai spiritual masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Maluku.
Tidak hanya menjadi kegiatan ibadah, Mae Ku Posopuru juga diisi dengan berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Bupati Seram Bagian Barat turut hadir memberikan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku melalui Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Maluku juga memberikan santunan kepada para janda dan anak yatim. Santunan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.
Ketua PHBI Provinsi Maluku M. Taufik Saimima, yang sedang menjalankan tugas di Jakarta, diwakili oleh pengurus PHBI yakni Usman Tehuayo, Susi Sanaki, dan Randy Rustam untuk menghadiri kegiatan tersebut sekaligus menyerahkan santunan kepada masyarakat.
Melalui kesempatan itu, M. Taufik Saimima berharap pemerintah Provinsi Maluku dapat merespons dengan baik berbagai kegiatan keagamaan yang tumbuh dari masyarakat.
“Pemerintah provinsi memiliki kewajiban moral untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat. Paling tidak ada kontribusi nyata yang mampu menumbuhkan rasa kasih sayang, memperkuat persaudaraan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai,” harapnya.
Dukungan juga datang dari anggota DPR RI Sa’dia Uluputty yang turut menyerahkan bantuan rumah tidak layak huni kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Antusiasme masyarakat Negeri Hualoy terlihat begitu besar dalam mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Bagi masyarakat, Ramadan bukan hanya dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku berharap kegiatan seperti yang dilakukan di Negeri Hualoy dapat menjadi inspirasi bagi negeri-negeri Muslim lainnya di Maluku.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi budaya di seluruh negeri Muslim di Maluku, sehingga mampu meningkatkan kesadaran beragama yang penuh hikmah, kebijaksanaan, serta memperkuat persaudaraan umat,” ujarnya.
Kegiatan Mae Ku Posopuru di Negeri Hualoy menjadi bukti bahwa semangat membaca Al-Qur’an, berbagi kepada sesama, dan mempererat ukhuwah dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan penuh harapan.
Lebih dari itu, bulan suci Ramadan terus diharapkan menjadi simbol persatuan umat Muslim, di mana nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang lebih baik bagi umat dan bangsa. (*








Komentar